Sampang (beritajatim.com) – Bulan Ramadan memang bulan yang penuh berkah, berbagai macam tradisi turun temurun juga berlangsung saat itu juga, salah satunya adalah mengantarkan makanan berupa nasi atau ketupat kepada orang tua terdekat termasuk ke masjid dan mushola.
Sekretaris PCNU Sampang, Mahrus Zamroni mengatakan bahwa tradisi Arebbe atau bersedekah memang masih dilestarikan oleh warga hingga kini.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ramadan”]
“Bahwa sedekah itu merupakan bentuk ungkap rasa sukur dan kegembiraan terhadap datangnya bulan Ramadan,” terangnya, Selasa (5/4/2022).
Terpisah, menurut warga Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, Arif menuturkan. Bahwa tradisi Arebbe ini terjadi semenjak dia masih kecil bahkan sampai sekarang masih berlangsung. Selain bentuk rasa sukur juga rasa bahagia diberikan umur panjang untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
“Saat saya kecil bahkan belum lahir tradisi ini sudah berjalan, selain itu saya pribadi merasa bersyukur diberikan umur panjang tentunya untuk beribadah puasa,” tegasnya.
Lain cerita disampaikan oleh Umi Atik jika tradisi Arebbe ini juga bagian dari tradisi yang menghormati kepada orang tua yang tinggal di sekitar kediamanya. Sebab, dirinya mengantarkan nasi dan ketupat kepada sesepuh-sesepuh di sekitar rumahnya. “Selain datang ke rumah orang tua di sekitar kita saya juga merasa senang bisa bersedekah di awal Ramadan,” tandasnya.[sar/kun]






