Ngawi (beritajatim.com) – Pada Minggu (6/8/2023), anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, melakukan pembongkaran tugu yang berada di Lapangan Kedunggalar.
Acara tersebut melibatkan beberapa tokoh penting, termasuk Sunarto, Ketua Ranting PSHT Kedunggalar, Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, dan Komandan Kodim 0805 Ngawi, Letkol Arm Didik Kurniawan.
Menurut pernyataan Argo pada Minggu (6/8/2023) pembongkaran tugu yang berada di tempat-tempat umum dilakukan sesuai dengan instruksi dari Kapolda Jatim, “Sebagai upaya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.”kata Argo.
Ketua PSHT Ranting Kedunggalar, Sunarto, berharap bahwa pembongkaran tugu perguruan silat di tempat umum dapat menjadi teladan bagi wilayah lain dan turut berkontribusi dalam mempertahankan harmoni, saling pengertian, dan keamanan di kalangan masyarakat.
“Kami berharap dengan pembongkaran tugu di tempat umum, seperti di lapangan Kecamatan Kedunggalar ini, dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Kami patuh kepada pemerintah dalam menjaga perdamaian dan keamanan,” ujar Sunarto.
Keputusan untuk membongkar tugu ini didasarkan pada pernyataan Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto, saat pertemuan Sitkamtibmas di Bojonegoro pada Rabu (2/8/2023). Salah satu penyebab konflik antara perguruan silat dan pesilat dengan masyarakat adalah keberadaan tugu yang menjadi kebanggaan bagi mereka (pesilat).
Dalam menjalankan arahan Kapolda Jatim, Kepolisian Resort (Polres) Ngawi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi dan berkomunikasi dengan berbagai perguruan silat untuk membongkar tugu-tugu yang berada di tempat-tempat umum dan fasilitas.
Pembongkaran tugu dilakukan karena lokasinya yang berada di fasilitas umum, langkah ini diambil untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di wilayah Ngawi.
Kapolda Jatim: Tidak ada Gigi Mundur Pembongkaran Tugu Silat
Sebelumnya Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto, mengatakan tidak ada gigi mundur terkait penertiban dan pembongkaran tugu silat, hal itu usai menggelar analisis dan evaluasi (anev) situasi kamtibmas di Bojonegoro, Rabu (2/8/2023).
Ia mengungkapkan bahwa ia telah meninjau persoalan yang dihadapi oleh jajaran kepolisian sejak ia menjabat sebagai Wakapolda Jatim pada tahun 2018 lalu.
Baca Juga:Vasa Hotel Surabaya Hadirkan Kemewahan Cruz Lounge and Bar
Menurutnya, salah satu penyebab terjadinya bentrok antar perguruan silat maupun pesilat dengan masyarakat adalah adanya tugu-tugu yang menjadi kebanggaan bagi mereka. Tugu-tugu tersebut dibangun di tempat yang tidak sesuai dan di ruang-ruang publik yang sangat rentan menjadi pemicu konflik.
“Jika tugu itu dicoret atau dirusak, emosi para pesilat muncul dan terjadilah konflik yang berkepanjangan. Ini pemetaan kita sehingga ini menjadi potensi masalah yang harus disikapi,” tegas Irjen Toni.
Irjen Pol Toni Harmanto juga mengatakan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terkait penertiban tugu-tugu pencak silat. Ia juga meminta para Kapolres untuk berkoordinasi dengan para bupati dan walikota untuk menyikapi masalah ini.
“Salah satu poin terpenting, kita harus melakukan langkah-langkah terkait masalah tugu ini. Tugu-tugu yang terpasang di ruang-ruang terbuka dan tidak punya izin, silakan dibongkar. Ada regulasi-regulasi aturan yang harus ditegaskan oleh kita. Tugu-tugu ini tidak boleh menjadi bagian persoalan yang terus muncul,” tambahnya.
Baca Juga:
Soal Pembongkaran Tugu Perguruan Silat, Walikota Madiun: Nanti Dibicarakan
Kapolda Jatim juga memerintahkan para Kapolres untuk melakukan koordinasi aktif dan langkah-langkah penertiban masalah tugu-tugu pencak silat. Ia mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada beberapa perguruan pencak silat yang berinisiatif untuk menertibkan tugu-tugu mereka sendiri.
“Dari Pagar Nusa sudah bergerak, setelah berkoordinasi dan merasa yakin bahwa ini bagian dari persoalan, mereka bergerak untuk menertibkan dengan menghancurkan tugu-tugu itu,” jelasnya.
Kapolda Jatim berharap ke depan segera bisa terealisasi di seluruh tempat di wilayah Jawa Timur, sehingga tidak ada persoalan lagi terkait konflik para oknum pesilat. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada gigi mundu terkait pembongkaran tugu pencak silat ini. [fiq/ted]






