Pacitan (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Milad ke-29 dan Hari Bersih-Bersih Sedunia (World Cleanup Day), Lembaga Manajemen Infaq (LMI) menggelar aksi penanaman bakau di sepanjang pantai Watumejo Mangrove Park, Kabupaten Pacitan.
Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang semakin mengancam, khususnya erosi dan abrasi di pesisir Teluk Pacitan.
Aksi tanam bakau ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan komunitas lokal. Penanaman dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap abrasi yang terus merusak garis pantai akibat terpaan ombak. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Manajer LMI Area Ponorogo-Pacitan, Mariyatul Fitriyah, menjelaskan bahwa aksi ini tidak hanya berfokus pada pencegahan erosi, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran aktif dalam pelestarian alam.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari,” ungkap Mariyatul, ditulis Selasa, 1 Oktober 2024.
Selain penanaman bakau, LMI juga menyelenggarakan aksi bersih-bersih pantai, di mana lebih dari seribu kilogram sampah berhasil dikumpulkan. Hal ini mencerminkan tingginya tingkat pencemaran di area pantai akibat penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik.
Dengan adanya kegiatan lingkungan ini, diharapkan masyarakat Pacitan semakin menyadari pentingnya menjaga kebersihan pantai. Pantai yang bersih dan indah tidak hanya berdampak positif bagi ekosistem, tetapi juga dapat menarik wisatawan, sehingga mendukung peningkatan sektor pariwisata lokal.
“Aksi peduli lingkungan ini menjadi wujud nyata kontribusi LMI dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan pantai,” tutup Mariyatul. [end/beq]






