Kediri (beritajatim.com) – Seorang warga menyampaikan penemuan arca kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam acara Jumat Ngopi di Pendopo Kecamatan Ngasem pada 27 Mei 2022. Pria bernama Gundriwo tersebut meminta Bupati melakukan pengecekan terhadap temuan Arca Pentul di desanya.
“Desa saya, di dusun Kranggan baru saja menemukan benda purbakala, atau istilahnya arca. Lha nanti sekitarnya untuk wisata,” kata Gundriwo dalam bahasa Jawa.
Benda purbakala itu ditemukan di sungai setempat. Tetapi benda diduga cagar budaya itu belum bisa dilakukan proses pengangkatan.
Gundriwo meminta perhatian Mas Dhito, panggilan Bupati Kediri supaya nantinya arca itu dapat diangkat dan dibuatkan pendopo. Harapannya, nantinya wilayah itu bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata baru.
Selama ini, menurut Gundriwo sudah membuat jalan ke lokasi penemuan arca. Dia memanfaatkan tanah pribadinya dengan ukuran lebar 2 meter dan panjang 100 meter.
Keiklasan Gundriwo merelakan tanahnya untuk jalan itu mendapatkan tepuk tangan peserta Jumat Ngopi lain.
Menanggapinya, Mas Dhito mengaku, bahwa untuk memindahkan temuan benda purbakala tidak bisa dilakukan serta merta. Karena harus diteliti terlebih dahulu oleh ahli di bidang sejarah purbakala.
“Tentunya dalam memindahkan sesuatu barang yang sifatnya adalah temuan baik itu cagar budaya ataupun hal hal yang bersejarah itu nanti biarkan kita serahkan dinas pariwisata untuk mengecek ke lapangan,” terangnya.

Saking semangatnya, begitu mendapat penjelasan itu, Gundriwo tak sabar dan mengejar supaya segera di lakukan pengecekan. Sontak celetukan Gundriwo pun kembali mengundang gelak tawa peserta lain.
“Ya cepat-cepat saja,” ucapnya saat itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]
Lantaran dikejar, Mas Dhito langsung menelepon Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo untuk secepatnya mengecek ke lokasi penemuan. Mas Dhito meminta supaya dicari tahu sejarah arca yang ditemukan itu.
“Coba Pak Wig nanti sore jenengan ke tempatnya pak Gundriwo. Nanti jenengan kunjungi ya, jenengan cek kira-kira Arca Pentulnya apa sejarahnya, apa ceritanya dan bagaimana nanti kita akan tempatnya selayak-layaknya,” kata Mas Dhito dalam telepon yang bisa didengar oleh semua peserta Jumat Ngopi.
Seketika setelah telepon ditutup, kembali Gundriwo meyakinkan Mas Dhito bahwa Arca Pentul yang ditemukan itu bagus. Khawatir Mas Dhito tidak percaya, untuk memastikan dia meminta orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu mengecek ke lokasi.
“Itu bagus og mas, bagus, kalau tidak percaya (Mas Dhito) silahkan ke sana,” timpal Gundriwo dan kembali mengundang tawa Mas Dhito beserta peserta lain.
Mas Dhito pun menegaskan, lantaran acara setelah acara itu harus menghadiri acara Festival Kopi Tanah Air, pihaknya meminta izin untuk datang di lain waktu. Pun begitu, untuk lebih cepatnya, pihaknya menugaskan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk datang terlebih dahulu.
“Nanti saya akan ke tempat bapak. Saya akan ke tempat bapak dalam waktu dekat,” pungkas Mas Dhito. [nm/ted].






