Ngawi (beritajatim.com) – Suciani, warga Kecamatan Parang, Magetan mendatangi RSUD dr Soeroto Ngawi pada Selasa (4/7/2023). Dia mendengar ada mayat terbungkus karpet yang diduga merupakan korban pembunuhan di Jenangan Ponorogo.
Dia bersama adik dan anaknya mendatangi Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi. Kedatangan Suciani ini karena ingin memastikan apakah mayat pria yang terbungkus karpet itu adalah suaminya atau bukan.
Sudah 15 hari, Sumiran, suami Suciani, tidak pulang. Parahnya, ponsel yang selalu dinyalakan kini tidak aktif.
Dia mencoba mencari ke Ponorogo, tempat suaminya berjualan angkringan usai pensiun dari TNI Angkatan Darat. Mantan tentara yang terakhir berpangkat Serda (Sersan Dua) itu kini jualan angkringan dan punya empat gerobak. Namun, sang suami tak ada di manapun.
“Ya biasanya kalau nggak pulang itu cari-cari lokasi buat jualan. Namun, biasanya HP-nya nggak pernah mati. Baru ini nggak pulang, hape-nya mati. Saya akhirnya berani bilang ke Polres Ponorogo dan menanyakan soal siapa jenazah itu,” kata Suciani.
Baca Juga:
Otopsi Mayat Terbungkus Karpet di Ngawi, Ada Luka di Kepala Akibat Benda Tumpul
Merasa ada yang berkaitan, Polres Ponorogo pun mengajaknya ke Ngawi. Sampai di Ngawi, mereka langsung menuju RSUD dr Soeroto untuk memeriksa jenazah yang ditemukan terbungkus karpet pada Kamis (29/6/2023).
Pihak keluarga didampingi Kepolisian dan petugas kamar jenazah menilik langsung ke ruang autopsi. Suara tangis memecah keheningan saat rombongan keluarga 10 menit masuk ke ruangan. Tak lama, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono keluar dari ruang autopsi.
“Warga Magetan datang kemari karena ingin memeriksa apakah mayat tersebut merupakan anggota keluarganya atau bukan. Saat dicek, mereka mengenali kalau jenazah adalah keluarganya. Diketahui dari luka di kaki kanan, luka lama ya. Kemudian, dengan tinggi badannya sekitar 167 cm,” kata Agung.
Agung mengatakan meski keluarga sudah mengenali namun pihaknya tetap bakal mengirim sampel DNA. DNA itu sebagai pembanding untuk dicek di Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur.
“Tentunya lebih lanjut jadi kewenangan pihak Polres Ponorogo ya, lebih lanjut terkait perkembangan dugaan pembunuhan terhadap korban ditangani Polres Ponorogo,” pungkas Agung.
Sebelumnya, mayat terbungkus karpet bermotif bunga dan daun ternyata berjenis kelamin laki-laki. Mayat yang ditemukan warga di bawah jembatan Tol Ngawi-Solo KM 558 itu memang sudah sulit dikenali.
Organ dalam mayat itu sudah membusuk. Kulit dan daging jari tangan sebagian sudah mengelupas.
Namun, Polres Ngawi bersama petugas ruang jenazah di Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto menemukan jika ada tulang rawan bagian leher yang patah. Penyebab kematiannya karena ada sumbatan jalan napas. Jenazah itu diperkirakan pria berusia sekitar 40 tahun hingga 50 tahun.
“Untuk luka tusuk atau bekas benda tumpul sudah tidak bisa dilihat secara kasat mata. Organ sudah membusuk. Memang ada semacam sayatan tapi kami belum bisa pastikan apakah itu sayatan, atau karena memang sudah membusuk,” kata Kasat Reskrim Polres Ngawi, AKP Agung Joko Haryono, Jumat (30/6/2023)
Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Polres Ponorogo. Lantaran, Agung turut menduga jika mayat itu berkaitan dengan kejadian dugaan pembunuhan yang terjadi di Jenangan Ponorogo.
“Jenazah Mr. X ini masih berada di Ngawi. Sementara kami masih berkoordinasi terus dengan Satreskrim Polres Ponorogo,” kata mantan Kapolsek Sokobanah, Sampang tersebut.
Sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Ponorogo bertandang ke RSUD dr Soeroto Ngawi, untuk mengambil sampel tubuh mayat yang ditemukan terbungkus karpet di bawah Jembatan Tol Ngawi-Solo, Kamis (29/6/2023) pukul 16.00 WIB.
Setelah jenazah dievakuasi, Petugas Satreskrim Polres Ponorogo datang ke Instalasi Forensik dan Medikolegal didampingi Satreskrim Polres Ngawi. Mereka bersama petugas kamar jenazah membuka kantong mayat dan mengecek kondisi mayat tersebut pada Jumat (30/6/2023) pukul 02.00 WIB.
Mayat tersebut dibungkus karpet bermotif bunga dan dedaunan. Pinggirannya berwarna merah. Di ujung atas dan bawah ada lakban. Setelah dibuka, bagian kepala mayat dibungkus kain sarung dan sarung bantal. Mayar tersebut berjenis kelamin laki-laki.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia menjelaskan jika mayat tersebut cukup identik dengan kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan di sebuah rumah kontrakan di Ponorogo.
“Kami hanya ambil sampel untuk tes ya. Ini akan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur. Untuk selebihnya, terkait kepastian apakah ini korban pembunuhan yang di Ponorogo, nanti biar ahli yang menjawab ya. Kami hanya sebatas berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Ngawi,” kata Nikolas usai mengecek kondisi mayat di Kamar Jenazah RSUD dr Soeroto Ngawi, Jumat (30/6/2023).
Sebelumnya diberitakan, Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono mengaku masih berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Ponorogo terkait temuan mayat terbungkus karpet di bawah jembatan Jalan Tol Ngawi Solo masuk Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Kamis (29/6/2023) pukul 16.00 WIB.
“Kami masih akan periksa lagi. Sehingga kami belum bisa memastikan. Ini masih koordinasi dengan Satreskrim Polres Ponorogo,” kata Agung saat berada di lokasi penemuan mayat.
Diduga, mayat korban dugaan pembunuhan di sebuah rumah kontrakan di Jenangan, Ponorogo. Lantaran, dari pemeriksaan Polres Ponorogo di lokasi kejadian, karpet milik penghuni kontrakan raib.
“Tapi tunggu ya. Masih kami pastikan dulu apakah benar korban dari Ponorogo ini atau bagaimana,” pungkas Agung.
Sebelumnya, mayat terbungkus karpet pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah mencari rumput. Lokasinya di bawah jembatan Jalan Tol Ngawi Solo masuk Desa/Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi, Kamis (29/6/2023) pukul 16.00 WIB.
Slamet warga setempat mengatakan jika ada salah satu warga yang menemukan karpet dengan bentuk yang mencurigakan. Sekaligus, ada bau menguar ketika didekati. Saat dipegang, agak kenyal seperti tubuh seseorang. Takut, warga langsung memberitahu warga lainnya.
Kabar itu langsung tersebar di media sosial karena ada yang merekam karpet yang membalut jenazah tersebut. Titiknya di dekat sungai di bawah jembatan tol.
“Mayat orang, yang menemukan pertama orang yang mencari rumput. Kayaknya mayat yang dibuang dari atas tol situ. Tadi warga banyak yang penasaran buat liat,” kata Slamet, warga setempat.
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Ngawi mendatangi lokasi kejadian. Tim Inafis Polres Ngawi juga menilik kondisi mayat. Karpet yang membungkus jenazah itu terikat di atas dan bawah. Sekitar satu jam memeriksa, polisi pun memasukkan mayat itu ke kantong jenazah.
“Memang benar ada temuan mayat, diduga diturunkan dari jalan tol. Ini akan kami periksa lagi,” kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Agung Joko Haryono.
Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke Instalasi Forensik dan Medikolegal RSUD dr Soeroto Ngawi. [fiq/beq]






