Surabaya (beritajatim.com) – Sepekan lalu petugas Satreskrim Polsek Bubutan, Polrestabes Surabaya, berhasil mengamankan dua terduga pencurian sepeda motor. Keduanya yakni M Abdul Goni (25) dan Andukrohim (29) yang merupakan warga Sidokapasan dan Rusun Sumbo Surabaya. Mereka berhasil diamankan petugas saat beraksi di Jalan Kranggan sekitar pukul 04.WIB.
Kanit Reskrim Polsek Bubutan, AKP Olloan Manulang menjelaskan, saat itu keduanya dilihat oleh pelapor yakni Fikri Afrianto (19). Para pelaku ini menuntun sepeda motornya saat masuk gang. Karena curiga, ia pun mengamati gerak pelaku dan benar mereka mendekati sepeda motor milik pelapor.
“Kemudian terlapor spontan teriak maling dan warga pun tanpa basa-basi mengamankan pelaku dan menghajarnya. Pelaku mengalami luka pada kepala dan punggung yang diduga karena sabetan senjata tajam,” jelasnya kepada beritajatim.com, Kamis (20/5/2021).
Usai babak belur, kedua pelaku pun diserahkan ke Polsek Bubutan. Kemudian petugas melakukan pengecekan luka dan memberikan pertolongan. Sampai akhirnya pelaku dilakukan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan, kedua pelaku ternyata residivis pencurian sepeda motor. Meski sudah masuk penjara dan bebas berkeliaran usai menjalani hukuman. Namun mereka tak kapok dan melakuka pencurian sepeda motor kembali.
“Keduanya memang residivis dan keduanya sudah pernah dihukum dengan kasus yang sama,” papar Olloan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”curanmor”]
Tak hanya itu, pelaku ternyata juga sudah menggasak sejumlah sepeda motor. Tercatat petugas memperoleh data pencurian yang dilakukan pelaku sebanyak 5 kali pencurian termasuk salah satunya di Jalan Kranggan yang tertangkap warga.
Mereka juga tak hanya bekerja berdua. Terdapat satu orang pelaku lagi yang diduga mengawasi dari jauh untuk mengontrol keamanan lokasi pencurian. Tak hanya mengontrol, pelaku yang masih DPO ini juga menjadi dalang kepemilikan kunci T yang dipakai kedua pelaku. Kini mereka berdua dijerat dengan pasal 363 JO 53 KUHP.
“Katanya ada satu orang lagi yang sempat lari. Kunci T milik pelaku yang lari, bukan beli atau membuat sendiri,” pungkasnya. [man/but]







