Probolinggo (beritajatim.com) – Wacana Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk menyambungkan pasokan air bersih dari Mata Air Ronggojalu di Probolinggo ke tiga wilayahnya guna mengatasi krisis air bersih mendapatkan tanggapan dari Perumdam Tirta Argapura Probolinggo. Pihak Perumdam berharap agar rencana ini dapat berkontribusi pada pelayanan yang lebih baik dan jangkauan yang lebih luas bagi pelanggan PDAM di wilayah Probolinggo.
Mata Air Ronggojalu sendiri merupakan salah satu sumber air bersih utama yang selama ini telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi sebagian warga Kabupaten dan Kota Probolinggo. Rencana Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, untuk menarik air dari sumber ini memunculkan berbagai pertimbangan, terutama terkait keberlanjutan pasokan dan pemerataan.
Kepala Bagian Teknis Perumdam Tirta Argapura, Hari Supriyanto, menjelaskan kondisi pasokan air yang saat ini diterima oleh pelanggan aktif mereka yang berjumlah 21.865. “Kalau kuota kita semua dapat jatah 100 liter per detik dari debit yang ada, yaitu 2.300 liter per detik. Angka ini merupakan presentase pemanfaatan kuota dari total debit yang ada,” terang Hari.
Hari menyuarakan kekhawatiran Perumdam jika Kabupaten Lumajang juga akan mengambil pasokan air bersih dari sumber Mata Air Ronggojalu dengan kuota yang sama. Menurutnya, jika alokasi kuota air per kabupaten nantinya hanya 100 liter per detik seperti yang diterima saat ini, maka pasokan air yang ada akan jelas kekurangan untuk memenuhi kebutuhan dan pembangunan di wilayah Probolinggo dalam lima tahun ke depan. “Kalau pembangunan lima tahun ke depan dengan kuota tersebut yang setiap kabupaten hanya 100 liter per detik, jelas kurang,” imbuhnya.
Menyikapi potensi kekurangan pasokan ini, Perumdam Tirta Argapura menyatakan bahwa kelanjutan rencana penyambungan air ke Lumajang akan sangat bergantung pada kebijakan yang ditetapkan oleh PT AB. Diskusi lebih lanjut antara PT AB dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang serta Pemerintah Kabupaten dan Kota Probolinggo sangat diperlukan.
“Tergantung PT AB di dalam diskusi selanjutnya dengan Pemda Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten, serta Kota Probolinggo, perihal harga air maupun jatah pembagian kuota serta sistem kerja samanya dengan Pemda, dan PDAM,” ungkap Hari.
Untuk memaksimalkan debit air yang mengalir dari Mata Air Ronggojalu, baik untuk kebutuhan wilayah Probolinggo maupun jika nantinya mengalir ke Lumajang, diperlukan upaya teknis, seperti duplikasi pipa di daerah Tegalsiwalan. Hari Supriyanto berharap, PT AB selaku pengelola dapat menjual air baku ke Perumdam dengan harga yang terjangkau.
“Ya agar ada eksisting untuk debit air yang mengalir dan bisa maksimal, baik untuk yang mengalir ke Lumajang, Maupun Kota dan Kabupaten Probolinggo,” ucapnya.
Hari menambahkan, harga air yang murah akan memungkinkan Perumdam mendapatkan nilai lebih dari SPAM Probolajang, sehingga pelayanan yang diberikan kepada pelanggan PDAM Probolinggo bisa lebih baik dan cakupan pelayanannya menjadi lebih luas. (ada/kun)






