Gresik (beritajatim.com)– Banjir yang melanda Gresik Selatan hampir dua pekan dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat. Guna meringankan beban tersebut, produsen pupuk regional PT Petrokimia Gresik (PG) menggelontor 750 paket sembako yang disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Selain menyalurkan sembako, PG juga membantu 2.000 karung pasir untuk pembuatan tanggul darurat agar banjir bisa diminimalisir.
Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Darmawan mengatakan, bantuan ini sangat berharga bagi masyarakat yang daerahnya terimbas banjir akibat tanggul jebol dan meluapnya Kali Lamong.
“Bantuan sembako itu langsung kami didistribusikan ke sejumlah dapur umum seperti di Posko Shelter Cerme, Desa Gadingwatu, Perumahan Omah Indah Menganti dan Perumahan Taman Gading Menganti Gresik, katanya, Sabtu (25/02/2023).
Sementara Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satryo Annurogo menuturkan, perusahannya mendapat amanah sebagai koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Wilayah Jawa Timur hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya pada saat musibah seperti banjir di Gresik.
“Operasional bisnis kami ada di Gresik. Untuk itu, kehadiran Petrokimia Gresik harus bisa dirasakan oleh masyarakat dalam membantu bencana banjir,” tuturnya.
Adapun bantuan sembako yang disalurkan setiap paketnya berisi beras 3 kilogram, minyak 1 liter, gula 1 kilogram dan mi instan 5 bungkus. Terkait bantuan ini, Petrokimia Gresik telah berkoordinasi dengan BPBD Gresik agar jenis bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan dari para korban.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara kami yang terdampak banjir,” papar Dwi Satryo.
[berita-terkait number=”2″ tag=”banjir-gresik”]
Seperti diberitakan, banjir sempat merendam beberapa kecamatan di Kabupaten Gresik akibat tanggul jebol dan luapan sungai. Sejumlah daerah yang masih mengalami banjir antara lain Kecamatan Driyorejo, Menganti, Benjeng, Kecamatan Cerme dan Balongpanggang.
“Kami berharap banjir yang melanda di daerah tersebut segera surut, dan masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkas Dwi Satryo. (dny/ted)






