Ponorogo (beritajatim.com) – Hampir 2 pekan berlalu bencana tanah longsor memutuskan jalan di Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel terjadi. Kini, warga setempat mulai mengeluhkan akses jalan yang tak kunjung dibuka.
Jalan yang menghubungkan Desa Sahang dengan Desa Wonokoyo itu masih tertutup material longsor dan belum dibersihkan. Akibatnya, warga kesulitan menjalankan mobilitas.
“Sejak tanah longsor yang terjadi pada tanggal 21 Oktober lalu, hingga kini material longsoran di desa kami belum dibersihkan,” kata salah satu warga Desa Ngrogung, Dwi Haryanto, Rabu (2/11/2022).
Praktis selama hampir dua pekan, kata Dwi, belum ada penanganan material bekas longsoran yang mengakibatkan putusnya jalan tersebut. Akibatnya, warga yang ingin ke Kabupaten Ponorogo atau Madiun harus berputar melalui jalur selatan atau Kecamatan Jenangan.
“Ada sih jalan-jalan kecil untuk ke arah Madiun. Tetapi ya tidak memungkinkan,” ungkapnya.
Anak-anak sekolah yang ingin berangkat ke SDN Ngrogung ataupun sekolah di Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun harus melalui jembatan darurat dari bambu yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat. Karena masih berpotensi bahaya, warga saat hujan deras juga diminta untuk siaga dan berhati-hati.
“Ya pinginnya segera dilakukan pembersihan di berkas longsor, agar transportasinya lebih mudah,” pungkasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, bencana tanah longsor di Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel Ponorogo pada Jumat (21/10/2022) malam ternyata memutus jalan kabupaten antara Kabupaten Ponorogo ke Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun.
Ruas jalan yang menghubungkan Desa Sahang dan Wonokoyo itu terputus sekitar 500 meter akibat tanah longsor tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun material longsor yang banyak membuat petugas urung melakukan pembersihan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ponorogo”]
“Karena situasi tanahnya masih labil, jadi belum bisa kami apa-apakah materialnya. Apalagi saat ini juga masih sering terjadi hujan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto Purnomo.
Dalam waktu dekat, kata Jamus yang akan dipulihkan atau dinormalkan adalah pasokan listrik ke rumah-rumah warga yang ada disekitar longsoran. Praktis pasca longsor itu, perumahan warga Desa Ngrogung dan sekitarnya mengalami pemadaman listrik. Sebab, tiang maupun kabel listriknya juga ikut longsoran.
“Pemulihan jalan yang terputus ini tidak bisa dilakukan sekarang. Karena tanah ini untuk bisa tetap atau stabil membutuhkan waktu satu hingga dua musim lagi. Tidak bisa langsung,” katanya.
DPUPKP Ponorogo saat ini melakukan koordinasi dengan camat dan kepala desa setempat, supaya untuk melakukan lobi ke warga yang tanahnya bisa dijadikan jalan darurat. Sebab, pantauan Jamus ada 4 pemilik, yang tanahnya diminta kerelaannya untuk dikikis tebingnya, karena ada longsor itu.
“Nantinya akan kita kikis selebar jalan kurang lebih 6 meter untuk jalan darurat,” katanya. [end/beq]






