Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Ardhian Orianto mengungkapkan, sejumlah daerah di Kabupaten Bojonegoro kini mulai mengajukan permohonan droping air bersih.
“Sudah ada tiga desa di tiga kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih karena dampak kekeringan,” ujarnya, Minggu (14/8/2022).
Droping air bersih dilakukan Jum’at, 12 Agustus 2022 tepatnya di Dusun Kedung Krambil RT 001 RW 006 Desa Sumberjo Kecamatan Margomulyo. “Selain Margomulyo, yang mengajukan bantuan air bersih juga di Kecamatan Balen, dan Ngasem,” terangnya.
Sekadar diketahui, dampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro pada 2021 terjadi di delapan kecamatan di 17 desa, dan 29 dusun. Dengan jumlah Kepala Keluarga yang terdampak sebanyak 2.984 jiwa.
Adapun delapan kecamatan itu, Kecamatan Purwosari di dua desa yakni Desa Pelem dan Tlatah, Kecamatan Tambakrejo di Desa Jatimulyo, Gamongan, Malingmati, Sukorejo, Ngrancang, dan Desa Bakalan. Kecamatan Dander Desa Sumodikaran.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bojonegoro”]
Kecamatan Ngasem, di Desa Dukohkidul dan Desa Jelu, Kecamatan Sumberrejo Desa Margoagung dan Desa Butoh, Kecamatan Ngraho Desa Sugihwaras dan Nganti. Kecamatan Kasiman, Desa Kasiman, dan Kecamatan Ngambon Desa Sengon. [lus/but]






