Banyuwangi (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus menggalakkan literasi untuk warga binaan. Berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Banyuwangi, pihak Lapas sengaja meminjam buku untuk melanjutkan program Gemar dan Rajin Membaca kepada Warga Binaan.
Pihak Lapas menilai, menambah ilmu pengetahuan tidak akan terhambat meski berada di tengah keterbatasan. Karena, ada beragam cara untuk tetap belajar sekaligus memperluas wawasan.
Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono, mengatakan hal yang sama telah dilakukan untuk menambah giat literasi tersebut. Pihaknya menjalin kerjasama dengan mendatangkan sejumlah buku pada November lalu.
Selain itu, macam buku yang didatangkan juga beragam. Mulai dari buku tentang pendidikan, sosial, hukum, bisnis bahkan juga novel.
“Peminjaman buku dilakukan setiap sebulan sekali. Tujuannya untuk memberikan variasi ilmu pengetahuan yang digapai dan menekan angka jenuh bagi pembacanya,” kata Agus Wahono, Jumat (29/12/2023).
Perpustakaan Lapas Banyuwangi, kata Agus, buka setiap hari mulai Pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB. Para warga binaan yang ingin membaca harus datang di lokasi perpustakaan.
“Perpustakaan ini telah menjadi wadah edukasi yang bermanfaat bagi warga binaan. Mereka dapat belajar dari berbagai macam literasi yang ada untuk menambah ilmu pengetahuan selama menjalani pembinaan di Lapas Banyuwangi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banyuwangi, Zen Kostolani mengapresiasi aksi literasi bertajuk program Gemar dan Rajin Membaca di Lapas tersebut. Pihaknya juga mendukung program tersebut berjalan lebih baik.
“Yang jelas kami terbuka, demi mewujudkan suksesnya program Gemar dan Rajin Membaca Lapas Banyuwangi. Harapannya kerjasama, komunikasi dan kolaborasi antara Perpusda Banyuwangi dan Lapas Banyuwangi dapat terus berkelanjutan,” pungkasnya. (rin/ian)






