Lamongan (beritajatim.com) – Warga binaan dan petugas Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas IIB Lamongan menjalani tes urine. Kegiatan ini sebagai upaya dalam meningkatkan keamanan dan mencegah penyalahgunaan narkoba.
Diketahui, pelaksanaan tes urine ini difasilitasi oleh 3 tenaga kesehatan dari tim medis Klinik Hadiwijaya Lapas Lamongan dan dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Anggre Anandayu.
Menurut Anggre Anandayu, giat ini merupakan langkah proaktif dan sikap preventif untuk memastikan stabilitas keamanan dan efektivitas program zero halinar (handphone, pungli dan narkoba) di Lembaga Pemasyarakatan. Dia juga menyebut, tes ini akan dilakukan secara berkala.
“Kami melakukan deteksi dini pada Lapas Lamongan. Kami tidak mau petugas pemasyarakatan terlibat dan kami melakukan deteksi dini, salah satunya dengan pelaksanaan tes urine ini. Apabila ditemukan petugas positif mengkonsumsi narkoba akan kami lakukan pembinaan,” tuturnya, Sabtu (27/5/2023).
Baca Juga:
Tukang Pijat Asal Lamongan Naik Haji Setelah 30 Tahun Menabung
Anggre Anandayu menegaskan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memantau dan mendeteksi penggunaan narkoba oleh warga binaan dan memberikan sanksi tegas kepada mereka yang telah terbukti melanggar aturan terkait narkoba.
Lebih lanjut, Anggre berkata, ada sebanyak 37 orang petugas dan 50 orang warga binaan yang mengikuti pelaksanaan tes urine tersebut. Dari hasil tes, sambung Anggre, diperoleh hasil yang menunjukkan negatif terhadap penyalahgunaan penggunaan narkoba.
“Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen Lapas Lamongan dalam menjaga integritas dan stabilitas keamanan ketertiban. Kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar,” tutupnya. [riq/beq]






