Bangkalan (beritajatim.com) – Tidak bisa dipungkiri bahwa pengaruh budaya lokal masih memiliki andil yang cukup kuat di kehidupan masyarakat di Kabupaten Bangkalan. Salah satunya yaitu tentang mitos seputar kehamilan bersama dalam satu keluarga.
Jika dalam satu keluarga terdapat tiga orang wanita yang hamil secara bersamaan, mitosnya akan ada salah satu yang kalah atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk menghindari mitos tersebut, warga di Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, membuat penangkal. Yakni dengan membuat dodol di jalan simpang tiga, demi menghindari terjadinya kesialan.
[berita-terkait number=”2″ tag=”mitos”]
Berdasarkan kepercayaannya itu, mereka harus membuat dodol di simpang tiga di sekitarah rumahnya. Hasil olahan dodol tersebut, nantinya dibagikan terhadap warga yang sedang lewat. “Ini merupakan kepercayaan warga yang sudah turun-temurun,” terang Nafiyeh, warga setempat, Minggu (11/9/2022).
Nafiyeh menjelaskan bahwa kepercayaannya tersebut sudah menjadi tradisi turun-temurun sejak dari nenek moyangnya. Setiap dalam keluarga 7 turunan, jika ada yang hamil tiga orang wanita secara bersamaan, maka diharuskan membuat dodol di simpang tiga.
“Dodol itu kami buat bersama warga sekitar, hasil olahannya dibagukan kepada warga yang melintas di pertigaan tersebut, sementara yang hamil juga makan,” tandasnya. [sar/suf]






