Surabaya (beritajatim.com) – Setiap wanita tentu akan mengalami menopause pada waktunya, dimana berakhirnya siklus haid secara alami.
Umumnya, menopause akan terjadi saat wanita memasuki usia 45-55 tahun, namun kembali lagi bahwa kondisi ini akan berbeda-beda pada setiap orangnya.
Sebelum memasuki masa menopause, beberapa wanita dapat merasakan tanda-tanda atau gejala tertentu. Hal ini dinamakan perimensopause dan terjadi karena berkurangnya hormone seks wanita yaitu estrogen dan progesterone.
Meski ada juga yang dapat melewati menopause tanpa gejala yang menganggu, sebagian besar wanita merasakan ciri-ciri menopause ini sekitar 4 tahun sebelum menstruasi terakhir.
Bahkan, sekirae 1 dari 10 wanita dapat mengalami gejala tersebut hingga 12 tahun sebelum menstruasi terakhir.
Sebagai wanita, kalian tentu harus mengetahui hal ini, ditambah lagi jika kalian merasakan gejala aneh dari siklus menstruasi kalian. Berikut ini adalah ciri-ciri saat wanita mengalami perimenopause.
1. Siklus menstruasi berubah
Hal yang paling menonjol saat wanita sedang mengalami perimenopause adalah ketika siklus haid mulai berubah. Selain jadwal yang berubah, jumlah darah pun juga akan terkena dampaknya.
Bisa lebih sedikit, lebih banyak, atau berupa hanya berupa flek. Selain itu, durasi haid pun bisa lebih singkat namun dengan jeda waktu yang cukup panjang. Kalian bisa haid dalam tiga bulan sekali namun dengan durasi 3-4 hari.
2. Hot flashes (rasa panas)
Jika kalian pernah merasa demam namun tidak merasa sakit, bisa jadi ini adalah pertanda dari menopause. Sensasi ini dapat terjadi di bagian atas tubuh atau seluruhnya, namun umumnya akan menyerang bagian wajah dan leher yang juga akan berubah kemerahan.
Kondisi ini sebenarnya tidak berlangsung lama, antara 30 detik sampai 10 menit, namun dengan intensitas yang tidak menentu.
Bisa ringan, kuat, bahkan mengganggu tidur. Sebagian besar wanita mengalami kondisi ini selama satu hingga dua tahun setelah menstruasi terakhir mereka.
3. Gairah seks berkurang
Seperti yang disebutkan sebelumnya, gejala menopause ini terjadi lantaran berkurangnya produksi hormone estrogen yang mana memberi dampak pula pada lambatnya reaksi orgasme, reaksi klitoris, dan mempengaruhi kelembaban tipis yang melapisi dinding vagina.
Akibatnya, vagina akan lebih kering sehingga bisa menimbulkan rasa sakit ketika berhubungan intim. Selain itu, gejala lain juga bisa muncul karena ini, seperti gatal atau panas di bagian mulut vagina.
4. Masalah saluran kemih
Hal yang wajar bagi wanita yang akan mengalami menopause ketika kalian mulai kesulitan menahan keinginan untuk buang air kecil.
Kalian mungkin juga akan mengalami nyeri saat membuang air kecil selama menopause, ini karena jaringan di vagina dan saluran kemih sudah kehilangan elastisitasnya. Otot-otot yang mengelilingi pelvin pun melemah.
5. Insomnia
Selain gejala di atas, penurunan hormone estrogen ternyata bisa menimbulkan rasa cemas, alhasil tubuh tidak bisa beristirahat dengan rileks.
Kalian mungkin akan merasakan kesulitan tidur saat gejala menopause menyerang, berhubungan pula dengan gejala depresi dan nyeri sendi.
6. Mood berubah-ubah
Wanita yang mengalami perimenopause biasanya memiliki mood atau suasana hati yang berubah-ubah. Ini lagi-lagi wajar mengingat hormon estrogen dan progesterone juga dapat mempengaruhi suasana hati.
Kalian mungkin bisa merasa lebih mudah marah, emosi, depresi, atau perasaan lainnya yang terus berubah secara cepat.
7. Rambut rontok dan kulit kering
Tidak hanya berdampak pada siklus haid dan kesehatan mental, menopause ternyata juga bisa memengaruhi fisik kalian.
Seperti membuat rambut menjadi rapuh dan kering sehingga akan mengalami kerontokan, atau merasa kulit kering dalam waktu yang lama lantaran produksi minyak kolagen dalam tubuh juga semakin berkurang.
Menopause memang tidak akan bisa dihindari, namun kalian bisa mencegah gejala-gejala di atas. Yakni dengan melakukan pola hidup yang sehat, berolahraga, konsumi vitamin, sayur, atau ikan, serta menghindari alkohol atau rokok.
Jika terjadi gejala-gejala di atas dan dirasa sangat mengganggu, maka segera konsultasikan pada dokter. Sehingga kemungkinan terburuk yang dialami bisa segera diatasi. (mnd/ian)






