Malang (beritajatim.com) – Ratusan mahasiswa dari Fakultas Pertanian Universitas Islam Malang (Faperta Unisma) mengikuti acara kuliah umum yang diisi oleh Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi. Pada acara yang bertempat di Hall KH Abdurrahman Wahid Pasca Sarjana Lantai 7 itu, Harvick mengajak mahasiswa agar memberi masukan pada pemda di kabupaten dan kota untuk sektor pertanian.
“Ini bagian dari kebersamaan, artinya mahasiswa sebagai barometer ke depan bagaimana pemda kabupaten dan kota bisa mendapat masukkan. Saya harapkan tentu saja mahasiswa berhusnudzon juga dengan pemerintah,” jelasnya pada Rabu (11/01/2023).
“Begitu juga dengan pemerintahannya harus bekerja maksimal terutama Pemda jadi sinergitas antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus benar benar 100% terkondisi dan terkawal,” imbuh Wamentan.
Dia juga menjelaskan jika saat ini program pertanian banyak sekali, baik litbang, maupun di BPSDM. Harvick berharap pada mahasiswa agar mengakses situs dari Kementan.

“Mahasiswa baik yang masih kuliah maupun yang sudah selesai melanjutkan ke S2nya bisa mengaksesnya sendiri. Itu kita lakukan secara profesional, kita punya AWS yang ada di gedung kementerian pertanian dan digunakan untuk menyapa sektor pertanian, peternakan, maupun perkebunan seluruh Indonesia,”
Melalui kuliah umum tersebut, Kementerian Pertanian coba terjemahkan kemauan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat khususnya di Malang bisa lebih produktif lagi pada sektor pertanian.
[berita-terkait number=”4″ tag=”unisma”]
Turut hadir pada acara tersebut diantaranya Rektor Unisma, Wakil Wali Kota Malang, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan serta Jajaran Dinas Pertanian Kota dan Kabupaten Malang. Selain itu hadir juga 12 pesantren yang diberikan bantuan alat pertanian oleh Kementan.
Bantuan yang diberikan, kata Harvick, berupa bibit padi, cultivator, dan kebutuhan lain sesuai zona kebutuhan dari pesantren berkaitan. “Kalau cocoknya dengan tanaman hortikultura ya kami berikan tanaman hortikultura , terus kalau perkebunan juga kita sesuaikan, begitu juga dengan peternakan,” tukas Wamentan. [dan/but]






