Kediri (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar beserta Forkopimda Kota Kediri dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri menggelar rapat koordinasi, Selasa (21/7/2020) bertempat di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri. Dalam rapat koordinasi ini Walikota Kediri menyampaikan dua poin penting terkait pelaksanaan Salat Idul Adha dan Kurban.
Pertama, Salat Idul Adha boleh dilakukan dengan protokol kesehatan namun dianjurkan untuk Salat di rumah. 
Kedua, kurban dilakukan dengan protokol kesehatan dan tidak dihabiskan setelah Salat Idul Adha, tetapi bisa dilakukan sampai Hari Tasyrik berakhir. “Ini semua agar tidak berjubel. Bisa juga dengan menggunakan kupon. Kalau bisa ya diantarkan ke rumah masing-masing,” ungkap walikota yang akrab disapa Mas Abu ini. [nm/kun]






