Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji memerintahkan jajarannya untuk menganalisa serta menentukan langkah agar inflasi di daerahnya dapat dikendalikan. Sebab, inflasi dianggap memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.
“Inflasi dan pertumbuhan ekonomi ini memiliki korelasi yang kuat, saling berkaitan satu sama lain, kalau inflasi tinggi pertumbuhan ekonomi terhambat, tetapi kalau stabil maka ya mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, inflasi Desember jadi acuan, saya instruksikan lewat asisten 2 langsung dianalisa dan ditindaklanjuti sampai ini (inflasi) bisa terkendali,” kata Sutiaji, Senin (13/2/2023).
BPS Kota Malang mencatat angka inflasi Kota Malang secara Mounth to Mounth (mtm) atau bulan ke bulan sebesar 0,15 persen. Angka ini menjadi yang terendah di Jawa Timur dan sekaligus di bawah nasional.
Inflasi 0,15 persen ini sekaligus menjadi stimulus positif menatap perjalanan inflasi Kota Malang secara year to year (yoy) atau tahun ke tahun. BPS pun memberikan kredit poin terhadap kebijakan Walikota Sutiaji dan Pemerintah Kota Malang dalam mengendalikan angka inflasi bulan Januari.
Sutiaji sendiri menyadari selalu ada dampak dari inflasi. Dia menyebut stabilnya tingkat inflasi akan membuat daya beli masyarakat juga meningkat. Dikatakan Sutiaji, inilah yang perlu diantisipasi agar posisi demand dan supply tetap berimbang.
“Yang jelas daya beli masyarakat pasti naik, pasti akan meningkat, ini yang patut kita waspadai. Makanya kita sudah siapkan langkah antisipasi, karena memang harus berkelanjutan, yang mana goal nya adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran,” ujar Sutiaji.
[berita-terkait number=”4″ tag=”harga-beras”]
Sutiaji juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan kondisi pasar. Dia berharap tidak ada panic buying di masyarakat. Dia memastikan seluruh stok bahan pokok di Kota Malang aman.
“Konsekuensi logisnya bisa saja masyarakat melakukan itu (panic buying), tetapi saya harap masyarakat nggak melakukan ya. Tentu kita semua perlu sebijaksana mungkin dalam menggunakan keuangan kita, tidak perlu berlebihan dan kita sudah siapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi ini,” tandasnya. [luc/but]






