Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan kepada M. Sarif, pria berusia 23 tahun yang menderita obesitas dengan bobot mencapai 150 kilogram. Sarif tinggal di rumah kos bersama keluarganya di Jalan Brawijaya, Surabaya.
Kondisi M. Sarif menjadi perhatian publik setelah mengalami sesak napas pada Rabu (6/8), yang memaksa petugas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya mengevakuasi secara dramatis dari kos menuju Rumah Sakit Soewandhie.
“Kita akan lihat (kondisinya) ya. Karena, kemarin sudah diperiksa di Rumah Sakit Soewandhie kita juga memberikan bantuan yang di kos-kos an 80 cm itu,” kata Eri Cahyadi di Surabaya, Jumat (8/8/2025).

Mengambil pelajaran dari kasus tersebut, Eri meminta camat dan lurah di Surabaya untuk mendata lebih rinci warga yang tinggal di kos-kosan. Ia menegaskan bahwa pengelola kos harus memenuhi standar sesuai aturan yang berlaku di Surabaya.
“Di Surabaya itu sudah ada, di aturan itu kos-kosan itu kayak apa? Makanya setiap orang yang membuka kos-kosan harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Meski demikian, Eri menegaskan upayanya membantu M. Sarif dan keluarganya akan terus dilakukan. “Tapi nanti insyaallah yang obesitas tadi ya kita akan bantu yang pasti, kita akan lihat dulu. Tapi kalau orang Surabaya pasti kita bantu,” ujarnya.
Eri juga memerintahkan pemilik kos untuk melaporkan data detail setiap penghuni kepada pemerintah setempat. Ia menegaskan bahwa pengelola kos yang tidak kooperatif akan diberi sanksi hingga penutupan kos.
“Karena biasanya begini, ibu kos itu memang sudah saya minta dari dulu kan. Kos-kosan itu enggak mau ngasih data penghuni kosnya. Makanya saya bilang kalau enggak mau tutup aja kos-kosan itu,” ucap Eri.
Menurutnya, kos-kosan harus terdata dengan jelas siapa penghuninya, termasuk durasi tinggal, agar pemerintah mengetahui kondisi warganya dengan baik. “Siapa yang kos di sana, namanya siapa, orang penduduk yang 1 x 24 jam, yang akan tinggal 2 x 24 jam itu harus lapor RT sama RW. Lah kos-kosannya gak lapor. Padahal kita kan nggak ngerti juga yang tinggal disitu siapa, kondisinya kayak apa,” tambahnya. [ram/beq]






