Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, secara resmi melepas keberangkatan 240 jemaah calon haji asal Kota Kediri dalam acara Penutupan Manasik Haji Massal yang digelar di Ruang Joyoboyo, Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Wali Kota muda yang akrab disapa Mbak Vinanda ini menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh jemaah calon haji agar mensyukuri kesempatan istimewa untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Jadi memang ibadah haji ini adalah rukun Islam yang kelima. Tidak semua orang bisa mendapat kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Bapak Ibu di sini harus bersyukur bisa menghadiri undangan sebagai tamu Allah di Tanah Suci,” tutur Mbak Vinanda.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga spiritual yang akan menguji mental dan keimanan. Oleh sebab itu, jemaah diminta untuk menjaga kondisi tubuh sejak dini.
“Ibadah haji ini merupakan perjalanan spiritual yang akan menguji fisik, mental, keimanan, dan kesabaran. Untuk itu, jemaah calon haji diharapkan terus menjaga kesehatan. Agar ibadah haji yang dilakukan berjalan lancar. Jemaah calon haji ini akan diberangkatkan dari GOR Jayabaya ke Asrama Haji Sukolilo pada bulan Mei mendatang,” jelasnya.
Ia juga berpesan agar jemaah menjaga asupan gizi selama menjalankan ibadah agar tetap bugar.
“Jangan lupa makan makanan bergizi dan mengonsumsi vitamin untuk menjaga stamina. Agar ibadah haji Bapak Ibu berjalan lancar,” ungkapnya.
Wali Kota Kediri juga mengingatkan pentingnya solidaritas antarjemaah selama berada di Tanah Suci. Ia meminta para jemaah untuk saling tolong-menolong, terutama jika ada sesama jemaah yang mengalami gangguan kesehatan.
“Saya harapkan disana saling menjaga satu sama lain dan tolong menolong. Saya bersama seluruh jajaran Pemkot Kediri mendoakan yang terbaik bagi Bapak Ibu semua semoga selalu diberi kesehatan, kesabaran dan kelancaran. Serta saya menitipkan doa untuk Kota Kediri agar kota ini bisa lebih MAPAN dan masyarakatnya sejahtera,” kata Mbak Vinanda.
Dalam acara tersebut, Mbak Vinanda secara simbolis mengalungkan sorban kepada jemaah calon haji tertua, yakni Parmidi (87) dan Sitinah (85), sebagai bentuk penghormatan dan motivasi.
Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di Kota Kediri, antara lain KH. Zubaduzzaman, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Sekda Bagus Alit, Kepala Kemenag A. Zamroni, Kepala OPD, Ketua Komisi Bimbingan Haji NU dan Muhammadiyah, tim kesehatan, petugas haji, serta tamu undangan lainnya. [nm/aje]






