Kediri (beritajatim.com) – Kota Kediri memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya melalui Kurikulum Merdeka untuk meng upgrade pendidikan di Kota Kediri.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Kediri saat membuka Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bagi guru SD dan SMP, Senin (25/7/2022) di UNP Kampus IV. Workshop ini diikuti oleh kepala sekolah serta guru SD dan SMP se-Kota Kediri.
“Kita menjadi yang pertama kali menandatangani MoU dengan Kemendikbud pada tahun 2020 mengenai Merdeka Belajar. Kita juga pemda pertama yang melakukan Magang Merdeka. Artinya kita punya komitmen yang besar untuk upgrade pendidikan di Kota Kediri,” ujarnya.

Generasi di Kota Kediri harus dipersiapkan untuk mampu bersaing dengan perubahan yang terjadi. Apalagi di Kediri Raya telah terjadi pembangunan yang masif dengan adanya bandara dan jalan tol.
“Kota Kediri ini memang kotanya kecil hanya 67 km². Tapi kita bisa mengisi dengan pendidikan yang berkualitas. Kalau pendidikan kita biasa-biasa saja kita tidak bisa sejalan dengan perkembangan yang ada saat ini,” ungkapnya.

Saat ini tantangan di dunia pendidikan juga semakin beragam. Pendidik harus memiliki kepedulian terhadap siswa-siswinya. Komunikasi dua arah harus dibangun untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh siswa-siswi.
“Anak-anak ini bisa mudah mempelajari apa saja. Kita harus arahkan dan didik anak-anak ini dengan baik. Jangan kalah dengan guru-guru senior dulu yang bisa mencetak orang-orang top,” pungkasnya.
Sementara itu, Rektor UNP Kediri Zainal Afandi mengatakan UNP memiliki tujuan yang sama dengan Pemerintah Kota Kediri untuk memajukan sumber daya manusia di Kota Kediri. Salah satunya dengan kerjasama untuk pelaksanaan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka ini.

Usai membuka workshop, Wali Kota Kediri juga mengunjungi stand show case dari sekolah penggerak. Turut mendampingi Wali Kota Kediri Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri Ibnu Qoyyim dan civitas akademika UNP Kediri. [nm/but]






