Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti mendapat sejumlah aduan dari masyarakat terkait sejumlah persoalan. Mulai dari kurangnya PJU, saluran air yang butuh dikeruk, hingga pengadaan lapangan voli untuk kegiatan positif warga.
Keluhan tersebut diterima Reni saat menggelar Penjaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) RT.04 RW.02 Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan. Padahal, Reni menegaskan seluruh masalah tersebut pernah diusulkan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Usulan tersebut ternyata banyak yang tidak jalan. Reni pun berencana melakukan pengecekan ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah terkait data usulan masyarakat di Musrenbang.
“Jangan sampai warga itu menjadi apatis pada Musrenbang. Ada celetukan warga itu begini ‘alah Musrenbang paling cuma usul-usul aja, tidak terealisasi’. Jadi feed back atau timbal balik dari kelurahan kepada RW yang mengusulkan itu masih kurang,” kata Reni, Jumat (14/10/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”dprd-surabaya”]
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan persoalan sosial masyarakat harus bisa diselesaikan oleh lurah maupun camat. Sebab di masing-masing kecamatan memiliki keberagaman potensi.
Untuk itu, Reni mendorong lurah dan camat bisa memahami wilayahnya dan karakteristik warganya. Sehingga, lurah dan camat bisa mengetahui di sisi mana yang hendak didongkrak segi pemberdayaan ekonominya melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), atau program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lainnya.
“Sehingga lurah dan camat tahu mana yang mau di support, mana yang mau dilatih untuk anak-anak usia kerja. Terutama yang sudah lulus SMA/SMK yang tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, tapi tidak ada aktivitas ekonomi, dan ini ada di banyak tempat, ketika saya reses,” pungkasnya. [asg/beq]






