Surabaya (beritajatim.com) – Berbagai produk atau komoditas investasi sudah banyak tersedia saat ini. Jika Anda mencari investasi dengan risiko tinggi dan hasil tinggi, uang kripto dan saham bisa menjadi pilihan. Adapun Kedua produk investasi ini jelas berbeda. Apa bedanya? Berikut adalah perbedaan kripto dan saham, simak selengakpnya !
Investasi Mata Uang Kripto
Cryptocurrency atau mata uang kripto adalah mata uang digital yang hanya ada di dunia maya. Berinvestasi dalam cryptocurrency, terutama Bitcoin, diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada Januari 2009. Digunakan untuk berbagai transaksi seperti pembelian layanan game. Sejak saat itu hingga munculnya mata uang kripto lainnya, jual beli Bitcoin menjadi semakin populer.
1. Dilarang BI dan OJK
Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengkonfirmasi bahwa cryptocurrency bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia. Oleh karena itu, Anda tidak dapat membeli atau membeli barang atau jasa apa pun. Jika Anda terus berinvestasi dalam mata uang kripto, Anda bertanggung jawab atas konsekuensinya jika terjadi sesuatu.
2. Fluktuasinya gila-gilaan
Karena ini adalah komoditas, aset kripto memiliki fluktuasi nilai yang besar. Kadang bisa naik turun dengan cepat. Cryptocurrency naik dan turun berdasarkan penawaran dan permintaan. Dengan demikian, kekuatan pasar ditentukan.
3. membuat stabilitas sistem keuangan negara goyang
Cryptocurrency rentan terhadap risiko penggelembungan (bubble) dan cenderung digunakan sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan teroris. Sehingga mempengaruhi stabilitas sistem keuangan negara dan dapat merugikan rakyat.
Investasi Saham
Investasi saham adalah kegiatan investasi dalam bentuk pembelian saham perusahaan. Oleh karena itu, dengan membeli saham perusahaan, Anda menjadi pemilik perusahaan.
Perusahaan yang membeli saham melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut perusahaan tercatat atau emiten (perusahaan yang menjual saham kepada publik). Setiap emiten memiliki kode saham tersendiri. Itu selalu terdiri dari 4 huruf. saham merupakan salah satu produk pasar modal dan produk investasi jangka panjang. Jumlah minimum saham yang akan dibeli investor adalah 1 lot = 100 lembar.
1. Tetap bernilai meski harganya turun
Jika aset kripto berubah menjadi debu jika sudah tidak ada yang minat, itu berbeda dari saham. Walaupun harganya turun bebas, nilai investasi tetap bernilai.
2. Risiko rugi dan likuidasi
Perdagangan di bursa saham juga berisiko. Yang pertama adalah kerugian modal karena harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Kedua, risiko di likuidasi jika perusahaan bangkrut dan tidak menerima uang sepeser pun.
3. Bisa dianalisa untuk hindari kerugian
Tidak seperti berinvestasi dalam cryptocurrency yang spekulatif, berinvestasi dalam saham bahkan lebih aman. Sebelum memutuskan apakah akan memaksimalkan dana atau menghindari kerugian, beberapa analisis dasar dan teknis dapat dilakukan.
perbedaan antara berinvestasi dalam cryptocurrency dan pasar saham Keduanya berisiko dan menjanjikan keuntungan besar. Jika Anda mencari investasi masa depan yang permanen, jawaban yang jelas adalah berinvestasi di saham. Tetapi jika Anda menyukai ketidakpastian, mencari keuntungan jangka pendek dan menginginkan sesuatu yang unik dan bermanfaat, maka berinvestasi dikripto adalah sempurna. (ptr/tur)






