Blitar (beritajatim.com) – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi waktu yang dinantikan untuk berwisata. Di Blitar Selatan, bukan hanya pesona ombak Samudera Hindia yang menjadi magnet, tetapi juga daya tarik kuliner laut di Pantai Serang yang kini menjelma menjadi ikon baru. Pantai ini menawarkan pengalaman bersantap yang tak hanya lezat di lidah, tetapi juga kaya akan sensasi suasana tepi pantai yang otentik.
Begitu roda kendaraan wisatawan menjejak area Pantai Serang, indra penciuman langsung disergap oleh aroma khas asap ikan bakar yang mengepul dari puluhan warung. Suara bara yang berderak, sapuan bumbu ke permukaan ikan, dan aroma daging yang mulai menghitam menciptakan teaser kuliner yang sulit ditolak. Ini adalah suasana gastronomi pesisir yang menjadi ciri khas Serang.
Jaminan Mutu: Dari Perahu Nelayan Langsung ke Panggangan
Kekuatan utama kuliner Pantai Serang adalah komitmen pada kesegaran bahan baku. Marissa, pemilik salah satu warung terlaris di lokasi, memastikan bahwa seluruh hasil laut yang disajikan benar-benar fresh karena langsung didatangkan dari perahu nelayan setempat.
“Kami menawarkan berbagai macam, ada tongkol, kerapu, kakap merah, kakap putih, cumi, sampai udang. Pengunjung bisa memilih sendiri ingin yang mana sebelum kami proses bakar,” jelas Marissa, pemilik salah satu warung ikan bakar di Pantai Serang.
Fokus Nataru: Menu Favorit dan Skema Harga
Menjelang dan selama periode Nataru, warung-warung di Pantai Serang mengalami lonjakan penjualan yang signifikan. Marissa menyebutkan bahwa menu andalan yang paling diburu adalah Kakap Merah dan Kakap Putih.
Adapun harga ikan kakap merah bakar adalah Rp.80 ribu per ekor. Sementara Ikan Tongkol bakar dijual hanya dengan Rp.15 ribu per ekor.
“Hari-hari biasa laku sekitar 15-20 ekor, tapi kalau musim liburan (Nataru) bisa meningkat berkali-kali lipat. Pembeli sengaja datang untuk mencari suasana dan kesegaran,” tambahnya.
Sensasi Multisensori yang Memikat Wisatawan
Salah satu wisatawan, Arinda mengungkapkan bahwa daya pikat Pantai Serang melampaui sekadar rasa. “Selain kesegarannya, racikan bumbu khas mereka itu pemikat utamanya. Dipadukan dengan sambal kecap dan sambal terasi, rasanya semakin mantap,” ujar Arinda.
Namun, yang paling membuat ketagihan adalah sensasi bersantapnya. “Sensasi makannya juga beda, karena kita lihat langsung proses pembakarannya sambil dengar suara ombak. Suasana pantai benar-benar mendukung dan bikin ketagihan,” imbuhnya.
Momen Emas: Kuliner Sambil Menanti Matahari Terbenam
Pantai Serang kini dikenal sebagai destinasi kuliner laut paling ramai di Blitar Selatan. Banyak pengunjung yang sengaja datang menjelang sore hari. Momen ini menjadi favorit untuk menikmati hidangan ikan bakar sambil menanti matahari terbenam (sunset).
Perpaduan panorama alam yang romantis dan sajian kuliner yang lezat menjadikan Pantai Serang bukan hanya sekedar tempat makan, tetapi sebuah pengalaman liburan utuh. Tidak mengherankan, Pantai Serang kini semakin kokoh sebagai ikon kuliner baru yang wajib dicoba saat berwisata Nataru di Blitar. [owi/aje]






