Jombang (beritajatim.com) – Satu korban sengatan tawon vespa asal Dusun Ngemplak Desa Podoroto Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang sudah diperbolehkan pulang dari RSUD setempat, Sabtu (9/12/2023).
Dia adalah Sukarti (50). Perempuan ini merupakan nenek dari korban yang meninggal akibat sengatan hewan yang kerap dijuluki tawon ndas tersebut. Saat tiba di rumah, Sukarti disambut oleh warga. Wajah nenek ini nampak masih bengkak.
“Benar, yang bersangkutan baru saja pulang dari RSUD Jombang. Kondisinya sudah membaik,” ujar Kapolsek Kesamben AKP Achmad saat takziah ke rumah korban di Dusun Ngemplak Desa Podoroto.
Achmad kemudian berbincang dengan Sukarti yang mengenakan jilbab biru kombinasi putih. Achmad juga mengucapkan bela sungkawa atas tragedi yang menimpa satu keluarga tersebut.
Dengan begitu, tinggal satu orang lagi, yakni Sumilah (37), yang masih menjalani perawatan di RSUD Jombang. Sumilah merupakan ibu dari korban Diva Elsahada Putri Prasetya (3,5 tahun). Balita ini meninggal pada Jumat (7/12/2023) sore.
BACA JUGA:
3 Orang Sekeluarga di Jombang Tersengat Tawon Vespa, 1 Meninggal
Sebelumnya, tiga orang dalam satu keluarga yang ada di Dusun Ngemplak Desa Podoroto Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang diserang tawon vespa. Dari tiga orang ini, satu orang meninggal dan dua orang menjalani perawatan di RSUD Jombang.
Korban meninggal atas nama Diva Elsahada Putri Prasetya (3,5 tahun). Sedangkan yang menjalani perawatan di ruma sakit adalah ibunda korban, Sumilah (37) dan nenek korban Sukarti (50). Sarang tawon tersebut berada di rumpun bambu.
Jarak sarang tawon tersebut dengan rumah keluarga ini sekitar 15 meter. Petaka tersebut terjadi pada Kamis (7/12/2023) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu bambu yang menjadi sarang tawon tersebut dipotong. Hewan jenis serangga ini mengamuk kemudian menyerang tiga orang yang kebetulan melintas di lokasi. [suf]






