Malang (beritajatim.com) – Setiap langkah dalam perjalanan karir seseorang kerap penuh liku dan tidak selalu mulus. Bahkan, seringkali terjadi perjalanan yang penuh tantangan. Namun, dari liku-liku itulah lahir inovasi dan semangat baru untuk menjelajahi bidang yang belum dijamah.
Kisah inspiratif datang dari Wahyudi Sumardi, individu yang kini menjalani peran sebagai Partnership Community & Event Specialist di Mekari. Ia membuktikan bahwa menghadapi tantangan adalah jalan untuk berkembang.
“Dulu saya hanya lulusan SMK, namun saya memutuskan untuk keluar dari zona nyaman,” ungkap Wahyudi, yang akrab disapa Wahyu.
Wahyu mengakui bahwa perjalanan ini tidaklah mudah. Ia memulai kariernya pada tahun 2017 sebagai room boy di salah satu hotel di Malang. Saat itu, ia dihadapkan pada tantangan adaptasi dan kelelahan.
“Sebagai room boy, saya harus mengatasi banyak tantangan fisik. Saya selalu merasa harus terus berkembang, naik pangkat, berpindah divisi, bahkan pindah hotel,” tegas Wahyu.
Dengan tekad dan semangat yang mantap, karir Wahyu mulai menunjukkan perkembangan. Akhirnya, ia berhasil mencapai posisi sales and marketing di hotel tersebut. Namun, rutinitas perhotelan mulai membuatnya merasa jenuh.
“Pada suatu hari di tahun 2019, seorang sahabat yang juga mentor mengajak saya untuk berkarir di dunia komunitas dan startup. Andina Paramitha, yang pernah menjabat sebagai director di Ngalup.co, membuka mata saya terhadap dunia komunitas dan startup. Saya mulai belajar mengenai konsep ini dan berinteraksi dengan para ahli dan praktisi di bidang startup,” papar Wahyu, yang berasal dari Ngantang, Kabupaten Malang.
“Motto yang saya pegang hingga kini adalah bahwa belajar bukanlah hal yang mudah, namun hasil selalu menghargai usaha yang diberikan,” tegas Wahyu.
Selama bekerja di Ngalup.co, Wahyu menghadapi berbagai tantangan besar yang berhasil ia atasi dengan baik.
“Salah satu pengalaman berharga adalah ketika saya bergabung dengan tim dalam sebuah acara besar di Ngalup.co. Tugas saya sebagai partnership & relation adalah mencari pembicara sesuai spesifikasi dan tenggat waktu yang ketat. Momen ini masih melekat dalam ingatan saya karena saya berhasil mengatasi tantangan tersebut. Kita tidak pernah tahu sejauh mana kita bisa sampai sebelum mencoba,” lanjutnya.
Baca Juga: Saffanah Dhafin Pramias, Co-Founder SyariHub Buka Usaha Sambil Cari Pahala
Setelah menghabiskan sekitar tiga tahun di Ngalup.co hingga tahun 2022, Wahyu mendapat tawaran menarik untuk bergabung dengan Mekari, startup tempatnya berkarir saat ini, sebagai Partnership Community & Event Specialist.
“Tentu saja, ini membawa tantangan baru dan memerlukan adaptasi terhadap budaya kerja dan nilai-nilai di startup besar seperti Mekari. Di sini, segalanya dituntut untuk memberikan hasil yang nyata,” ungkap Wahyu yang kini berusia 32 tahun.
Bagi Wahyu, setiap pekerjaan memiliki tantangan sendiri, terutama dalam dunia startup.
“Menurut pandangan saya, tantangan terbesar dalam kariernya sejauh ini adalah dinamika yang cepat di dunia startup. Seseorang harus cepat beradaptasi, belajar dengan cepat, dan selalu inovatif. Dalam dunia startup, kita tidak boleh stagnan dan puas dengan pencapaian saat ini. Kita harus terus belajar, berinovasi, dan berusaha meningkatkan diri,” tambahnya lagi, sembari menunjukkan sifat tekad yang kental, sejalan dengan zodiaknya, Pisces.
Wahyu mengakui bahwa perjalanan kariernya penuh dengan pasang surut. Ada waktu-waktu ketika ia merasa demotivasi dan kelelahan.
“Terkadang, saya merasa down, terbebani oleh tenggat waktu dan target. Namun, ketika saya bertemu banyak orang dan mendapatkan ilmu baru, semangat saya kembali terpacu. Bagi saya, di dunia startup, kita bisa menguji batas ilmu kita dan berkontribusi sejauh mana kita mampu,” ungkapnya.
Melangkah ke depan, Wahyu berharap dapat memberikan manfaat yang besar bagi banyak orang.
“Saya berharap apa yang saya lakukan dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan tempat saya bekerja dan juga bagi masyarakat luas. Saya tidak akan melupakan betapa banyak bantuan yang saya terima dari banyak individu, dan saya ingin memberikan kembali,” lanjut Wahyu, lulusan SMK 2 Kosgoro, Ngantang, Kabupaten Malang.
“Dengan semangat yang sama, saya berharap untuk terus berkembang dalam karier saya, memperluas pengetahuan dan keterampilan, serta pada akhirnya mewujudkan impian menjadi seorang pengusaha,” tambahnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Dalam kesempatan ini, Wahyu memberikan pesan kepada para generasi muda agar tidak mudah menyerah di tengah kesulitan, karena setiap perjalanan pasti memiliki pasang surutnya.
“Jangan pernah berhenti berusaha, karena di luar sana banyak orang yang berjuang keras untuk tumbuh dan berkembang. Mengenai keseimbangan antara kerja dan kehidupan, setiap individu memiliki pendekatan yang berbeda, yang terpenting adalah kita bekerja dengan kenyamanan. Itu adalah keseimbangan yang sesungguhnya!” pungkas Wahyu dengan semangat yang membara.
“Semua orang memiliki kesempatan yang sama, yang membedakan hanyalah apakah Anda memulai langkah sekarang atau menunggu saat yang tepat. Bahkan, sebuah rumah dibangun dari batu demi batu, begitu pula kita semua. Kita tidak akan tumbuh tanpa melalui perjuangan, tanpa kerja keras dan pengorbanan,” tegas Wahyu.
__________________________________________
Konten Kolaborasi beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






