Malang (beritajatim.com) – Seiring berjalannya waktu, dunia teknologi semakin berkembang pesat. Hal ini membuat anak muda tertarik untuk menggeluti dunia tersebut. Sehingga, sebagian besar memilih untuk mengambil bidang studi saat kuliah maupun belajar melalui berbagai pelatihan yang kerap digelar.
Seperti yang dilakukan oleh Dharma Yudistira Eka Putra. Pria yang saat ini berusia 23 tahun tersebut tak memiliki latar belakang IT. Namun, ia memiliki ketertarikan pada game, terutama game yang membutuhkan logika.
“Saya baru mengenal dunia IT pada saat kuliah. Tidak hanya mengandalkan ilmu yang di dapat di perkuliahan, saya juga belajar di luar perkuliahan,” kata Dharma.
Mulanya, ia dikenalkan oleh kakaknya platform belajar yang memberikan ilmu mengenai dasar pemrograman dan lainnya.
“Saat itu, saya tertarik pada pemrograman mobile dan saya mendapatkan beasiswa gratis untuk mengikuti kelas-kelas online di dalamnya dengan alur belajar pemrograman mobile. Disini, saya berhasil menyelesaikan kelas-kelas di dicoding.com mulai dari tingkat pemula hingga expert,” papar dia.
Selanjutnya, Dharma mulai mengimplementasikan apa yang telah dipelajari di, dengan mengikuti komunitas dalam kampus, lomba, seminar dan aktif di komunitas luar kampus.
“Di komunitas dalam kampus saya yang bernama Workshop dan Riset Informatika (WRI). Saya menjadi mentor untuk mengajar pemrograman mobile (android),’ imbuh dia.
Kemudian, Dharma juga mengikuti lomba Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) 2019 dan masuk sebagai finalis. Tidak hanya itu, ia juga aktif di komunitas luar kampus dan beberapa program-program IT yang diselenggarakan pemerintah yakni. Di antaranya, menjadi Lead di Google Developer Student Clubs. Disini, ia bertanggung jawab untuk membuat sebuat komunitas dalam kampus untuk mengenalkan produk-produk Google yang dapat menunjang karir mahasiswa dalam dunia IT.
“Saya tidak hanya memperdalam ilmu pemrograman mobile, tetapi saya juga bisa belajar bagaimana memimpin sebuah tim dan belajar public speaking,” lanjut pria asal Sidoarjo ini.
[berita-terkait number=”4″ tag=”showup”]
Kemudian, ia juga dipercaya menjadi fasilitator pada Baparekraf Developer Day 2020 untuk alur belajar pemrograman android. Ia bertanggung jawab untuk membimbing peserta penerima beasiswa dicoding.com untuk menyelesaikan kelas android.
“Di sini saya belajar tentang bagaimana cara membimbing orang untuk aktif belajar dan menjaga motivasi agar tetap pada ‘track’ timeline pembelajaran,” lanjut lulusan Politeknik Negeri Malang (Polinema) ini.
Kemudian di tahun 2021, ia termotivasi untuk mengikuti program Merdeka Belajar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan dirinya bergabung dalam Kampus Merdeka.
Pada program ini saya belajar di ‘luar’ kampus dengan kurikulum yang berbeda dari kampus saya. Pada program ini saya mengikuti program “Google Bangkit 2021” dan “Kampus Merdeka x Dicoding” untuk memperdalam pemrograman mobile saya,” lanjut dia.

Pada program “Kampus Merdeka x Dicoding”, Dharma berhasil lulus dengan predikat “Lulusan Terbaik” dari 400 siswa yang mengikuti.
“Kemudian di akhir program Kampus Merdeka ini, terdapat jobfair yang membantu saya mendapat pekerjaan part-time sebagai Reviewer di dicoding.com. Menjadi Reviewer saya bertanggung jawab untuk me-review code, memberikan saran, dan menilai tugas yang dikumpulkan oleh siswa yang sedang belajar di kelas dicoding.com pada alur belajar pemrograman android,” sambung dia.
Kemudian, pada program “Google Bangkit 2021”, Dharma berhasil lulus dengan predikat “Graduate with Distinction”, gelar ini diberikan kepada para lulusan yang menyelesaikan semua tugas, menghadiri semua lokakarya, berpartisipasi aktif dalam proyek akhir, dan menyelesaikan 10 persen teratas dari berdasarkan skor agregat dari 3000 siswa yang mengikuti.
“Pada program ini saya berhasil mendapatkan sertifikasi “Google Associate Android Developer” dari Google yang dapat menunjang kredibilitas saya dalam karir sebagai mobile developer (terutama android),” lanjut dia.
–
Selanjutnya, Dharma mendapat kesempatan magang pertama di Neurafarm.com sebagai Software Engineer – Android. Ia belajar teknologi yang baru dipelajari, yaitu Flutter.
“Dari magang ini saya menjadi tertarik dan ingin memperdalam teknologi Flutter. Dan kesukaan saya pada Flutter membawa saya pada skripsi yang menggunakan teknologi Flutter,” kata dia.
Setelah lulus, Dharma melihat lowongan kerja di Zero One Group sebagai Product Engineer – Flutter, setelah melihat company profile dan backgroundnya.
“Akhirnya saya melamar posisi tersebut dan sampai sekarang saya masih menjadi bagian dari Zero One Group,” imbuh dia.
Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan, tantangan terbesarnya sebenarnya adalah teknologi itu sendiri. Perubahan teknologi yang begitu cepat, membuat kita harus selalu update dan memiliki skill yang relevan terhadap kebutuhan di industri saat ini.
“Apa yang kita pelajari di bulan ini mungkin akan ditinggalkan di bulan berikutnya, sehingga tantangan terbesarnya adalah perubahan teknologi itu sendiri. Akan selalu ada teknologi – teknologi baru yang lebih baik dan menggantikan teknologi sebelumnya,” sambung pria berzodiak Aquarius ini.
Ke depan, Dharma ingin mengembangkan kemampuan dan dapat meningkatkan karirnya.
“Saya ingin mengejar jenjang karir selanjutnya yaitu sebagai Senior Developer di bidang Mobile Developer. Aktif sebagai speaker dalam beberapa event untuk sharing tentang mobile. Bekerja di salah satu top company Indonesia atau bekerja di company luar negeri. Serta, lebih aktif di komunitas, untuk membangun relasi sehingga dapat mencapai goals yang diinginkan,” kata dia.
Pada kesempatan tersebut, Dharma memberikan motivasi kepada anak muda, utamanya yang sedang menjalani masa studi di bangku kuliah.
“Untuk yang sedang kuliah, jangan terlalu mengandalkan ilmu yang ada di perkuliahan saja. Saat ini banyak sekali program-program dari pemerintah yang bisa diikuti untuk menunjang skill kita dalam dunia IT. Perubahan teknologi sangan cepat sehingga ada gap besar antara kurikulum di perkuliahan dengan kebutuhan di industri saat ini,” kata dia.
“Untuk yang belum kuliah (atau tidak memiliki kesempatan untuk kuliah) jangan khawatir, perbanyak portfolio, ikuti kelas kelas online di berbagai platform belajar (saran saya dicoding). Karena saat ini banyak perusahaan yang tidak meminta ijazah, banyak perusahaan yang mengandalkan skill daripada ijazah. Jadi jangan berkecil hati dulu, semangat,” pungkas dia.
===============
Konten Kerjasama Beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






