Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua figur yang memiliki kekuatan besar muncul ke permukaan. Adalah adik kandung Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Setyo Wahono dan Purnawirawan TNI, Mayjen Wardiyono. Keduanya merupakan warga kelahiran Bojonegoro.
Akankah dua sosok tersebut mencalonkan diri sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro 2024-2029?
Wahono dan Wardiyono memiliki latar belakang pengalaman yang bisa saling melengkapi. Setyo Wahono lebih banyak berkecimpung di dunia pemberdayaan masyarakat, sedangkan Wardiyono meniti karier di lembaga keprajuritan, yakni TNI Angkatan Darat.
Kedua tokoh tersebut mulai senter melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bojonegoro November 2024 mendatang. Sehingga, besar kemungkinan, kedua figur tersebut akan mencalonkan diri melalui pintu parpol.
Hal itu dimaklumi karena pendaftaran cabup dan cawabup melalui jalur independen sudah tertutup. Karena itu, mendaftar lewat kendaraan parpol dinilai paling rasional. Meski demikian, hingga kini juga belum tahu akan melalui partai apa kedua figur itu nanti mendaftar.
Mayjen (Purn) Wardiyono ketika dikonfirmasi wartawan enggan bicara banyak soal namanya dikait-kaitkan dalam Pilkada Bojonegoro tersebut. Sebab, sampai saat ini dirinya memang belum mempersiapkan apapun terkait Pilbup Bojonegoro.
“Masak sih nama saya disebut-sebut? Saya belum persiapan apa-apa. Kalau komunikasi-komunikasi memang sudah. Ya, sebatas komunikasi saja. Tidak lebih dari itu,” kata Mayjen (Purn) Wardiyono, Kamis (23/5/2024).
Apakah tidak turun kelas jika akhirnya benar-benar menjadi calon pada Pilkada Bojonegoro? Wardiono mengungkapkan bahwa, dalam dunia pengabdian kepada masyarakat, tidak ada istilah turun kelas. Apalagi bagi dirinya yang mengabdi puluhan tahun di dunia keprajuritan. Pernah dipimpin dan juga pernah memimpin merupakan hal yang biasa.
“Jangankan untuk jabatan bupati dan wakil bupati, ibaratnya diminta jadi pesuruh warga saja, tidak masalah. Prinsipnya, pejabat publik adalah pelayan masyarakat,” kata Mas Biyon, panggilan akrab Mayjen (Purn) Wardiyono.
Bagi masyarakat Bojonegoro yang majemuk, dibutuhkan sosok yang mampu mengayomi dan memberi perhatian yang lebih kepada masyarakat. Mas Biyon lalu bicara soal pemeratan hasil sumber daya alam (SDA) yang harus diperuntukkan bagi kesejahteraan Bojonegoro tanpa pandang bulu.
“Jangan karena like and dislike, hasil kekayaan alam Bojonegoro hanya dinikmati kalangan tertentu saja. Itu tidak boleh terjadi,” kata pria asli Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu itu.
Apakah sudah bicara dengan Setyo Wahono? Wardiyono mengaku bahwa komunikasi sudah dilakukan dengan banyak pihak. termasuk bicara dengan Setyo Wahono. Meski demikian, bagi Wardiono, dalam posisi apapun, diakuinya tidak ada pembahasan. Yang ada hanya saling kabar dan komunikasi biasa saja.
“Kita masih cair menghadapi Pilkada Bojonegoro. Sebagai putra daerah, saya tentu mengamati dinamika yang terjadi belakangan ini,” kata Mas Biyon.
Sementara itu, Setyo Wahono ketika dikonfirmasi wartawan datar-datar saja merespon namanya disebut-sebut banyak kalangan terkait Pilkada Bojonegoro. Hanya, dia mengakui bahwa banyak warga dan juga relawan yang menginginkan agar dirinya mencalonkan diri dalam kontestasi pilkada mendatang.
“Terus terang saya masih menunggu dan melihat perkembangan. Banyak pihak yang menginginkan saya maju, tapi saya belum mengambil keputusan apapun,” terang Wahono.
Wahono mengaku mengalir saja terkait pilkada Bojonegoro. Akan tetapi sebagai putra daerah, dia tidak akan lari jika masyarakat yang meminta. Meski demikian, sama seperti Mas Biyon, Wahono juga mengaku belum mempersiapkan apapun menghadapi Pilkada Bojonegoro itu.
“Belum lah. Kalau ada yang pasang spanduk, banner, dan alat peraga lainnya, itu inisiatif dari masyarakat dan para relawan, dan saya tidak bisa melarang,” kata Wahono.
Seperti diberitakan, saat ini sedang berkembang terjadi dua kutub yang saling berhadapan. Yakni Anna Mu’awanah, mantan Bupati Bojonegoro dengan Nurul Azizah, Sekda Bojonegoro. Nurul sudah memastikan menggandeng Nafik Sahal, anggota Fraksi PKB DPRD Bojonegoro. Bahkan, keduanya juga sudah mendaftar melalui jalur independen.
Sementara itu, Anna Mu’awanah, mantan Bupati Bojonegoro periode 2018-2023 hingga kini belum menentukan sikap akan menggandeng siapa dalam Pilkada Bojonegoro November mendatang. Anna juga terpilih dalam Pileg 2024 yang lalu, menjadi anggota DPR RI melalui dapil IX Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Bojonegoro-Tuban melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). [lus/beq]






