Magetan (beritajatim.com) – Jembatan kaca yang akan dibangun di Magetan tampaknya masih menjadi wacana. Pembangunan wahana ini sempat diwacanakan oleh Bupati Magetan Suprawoto pada 2020 lalu.
Jembatan itu rencanaya digunakan untuk pejalan kaki untuk menyeberangi Sungai Gandong. Tepatnya di Gang Lorokan Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan dan bakal terhubung ke Makam Ki Mageti di Jalan Basuki Rahmat Utara, belakang bekas kantor Bank Jatim.
Sayangnya, wacana itu belum pasti terwujud. Ada beberapa kendala yang membuat Pemkab Magetan mengurungkan niat membangun jembatan kaca yang awalnya direncanakan menelan anggaran Rp1 miliar itu. Salah satunya kendala pembebasan lahan.
“Gini ya soal jembatan kaca yang kita gagas dulu itu, kami terkendala pembebasan lahannya ya. Tanah yang di seberang pembebasan lahannya agak susah. Kami saat ini baru akan melakukan pendekatan lagi,” beber Bupati Magetan Suprawoto.
Lahan yang masih sulit dibebaskan tersebut, menurut Suprawoto, adalah pintu masuk di sisi utara atau gapura masuk lingkungan, ujungnya mengenai rumah warga. Tepatnya di Gang Lorokan, ada beberapa lahan yang merupakan hak milik warga setempat.
“Mudah-mudahan saja sama pemilik diperbolehkan dan mau dibebaskan. Kami akan lakukan pendekatan lagi,” pungkasnya.
BACA JUGA: Truk di Magetan Diduga Langsir dan Timbun Solar Bikin Resah
Sebelumnya diberitakan, Jembatan gantung khusus pejalan kaki rencananya akan dibangun untuk menghilangkan kesan suram Kali Gandong Kabupaten Magetan. Rencana ini sebagai bagian dari program pemusatan kawasan kota dan perekonomian di kawasan pasar baru Magetan.
“Rencananya pusat kota tidak berada di alun-alun, tetapi di kawasan pasar baru. Sehingga dibangun akses untuk pejalan kaki dengan konsep jembatan gantung yang melintang dari selatan (bekas kantor kas Bank Jatim) hingga ke utara (pasar baru),” terang Bupati Magetan Suprawoto.
Kawasan bekas kantor kas Bank Jatim tersebut juga merupakan kawasan Makam Ki Mageti, sang tokoh babat Magetan. Sehingga, Kang Woto berharap kalau jembatan tersebut juga bakal memunculkan Makam Ki Mageti yang selama ini tersembunyi di belakang Gedung Kokardan.
BACA JUGA: Truk di Magetan Diduga Langsir dan Timbun Solar
Selama ini tak banyak masyarakat yang tahu di mana makam Ki Mageti yang merupakan tokoh besar sejarah Kabupaten Magetan.
Adapun konsep jembatan gantung dengan panjang total 100 meter dan lebar 2,5 meter, perencanaannya sedang dikerjakan oleh para konsultan. “Sudah ada konsep, dan kami akan berdiskusi dengan Bakrie Steel/PT. Krakatau Steel agar material bisa dikerjakan dengan para ahli baja. Agar sinkron dan disesuaikan kemampuan Bakrie/Krakatau Steel dengan perencanaan,” jelas Kepala Dinas PUPR Muhtar Wakid.
Ada dua alternatif konsep jembatan yakni model plengkung, dan model cable stayed seperti jembatan Suramadu. Tentunya dengan mempertimbangkan workability, yakni kemudahan dalam pelaksanaan. [fiq/beq]






