Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak meninjau kesiapan dalam menghadapi arus balik pemudik yang ada di Bandara Internasional Juanda pada Kamis (3/4/2025) hari ini.
Dalam kesempatannya, suami Arumi Bachsin ini berkoordinasi dengan GM Angkasa Pura terkait adanya hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa beberapa kendaraan yang terparkir di Terminal Bandara Internasional Juanda.
“Kami juga menanyakan kepada Pak GM Angkasa Pura bagaimana kemarin dengan 6 unit mobil yang terkena pohon. Dan, ternyata seluruh pihak termasuk pengelola parkir sudah mengambil langkah mitigasi untuk memotong pohon dan dahan-dahan, tapi anginnya memang luar biasa kencang. Pihak pengelola parkir juga sudah memberikan kompensasi kepada kendaraan terdampak,” kata Emil.
Perihal jalan rusak akibat banjir, Emil mengatakan, bahwa banjir itu tidak terjadi di dalam bandara tapi di akses masuk yang sebelumnya tidak pernah terjadi. Banjir terjadi karena cuaca yang sangat ekstrem dan akan dilakukan perbaikan melakukan modifikasi cuaca seperti pada Nataru 2024
“Ramai juga terjadi berita soal banjir, bahwa banjir itu tidak terjadi di dalam tapi terjadi di akses masuk. Nah, genangan ini untuk mobil tapi beberapa motor terdampak. Pertanyaan kami, apakah terjadi sebelumnya, tentu hampir tidak pernah. Ini memang disebabkan cuaca yang sangat ekstrem,” jelas Emil.
Emil juga bercerita bahwa BPBD juga sudah berupaya untuk membantu memompa untuk mengurangi ketinggian air. Ia juga mencoba berkomunikasi dengan Bupati Sidoarjo untuk mencari dimana titik-titik rawan dan solusi penanganannya.
“Kemarin BPBD juga sudah berupaya untuk membantu memompa untuk mengurangi ketinggian air agar segera surut. Nanti kami coba komunikasi dengan Bupati Sidoarjo untuk cari titik titik rawannya dimana saja, apa ini bisa ditangani. Pemerintah tidak berhenti mencoba berikhtiar dan dari setiap kejadian kita akan perbaiki,” tukas Emil.
Tak hanya itu, Emil juga meninjau jalan pintu keluar T2 bandara yang sempat tergenang air hingga mengalami kerusakan jalan berlubang. Dirinya langsung berkoordinasi dengan Dishub untuk segera memasang penanda jalan berupa water barier pada titik rawan tersebut sebagai bentuk antisipasi awal.
“Alhamdulillah titik genangan di pintu keluar juga sudah surut. Ini kerusakan yang ada harus diberi penanda, agar tidak membahayakan pengendara,” tuturnya.
Selanjutnya, Mantan Bupati Trenggalek ini menuturkan, jika Jawa Timur menjadi provinsi yang memberangkatkan pemudik terbesar kedua setelah Jawa Barat dan menjadi tempat menerima pemudik kedua terbesar setelah Jawa Tengah. Sehingga, kepadatan arus balik sudah mulai terjadi di semua moda tranportasi baik darat, udara, laut dan kereta api.
“Hari ini sudah mulai terasa kepadatan arus balik penerbangan dari Surabaya ke destinasi dimana-mana itu penuh. Saya juga itu kembali dari Jakarta ke sini, pesawatnya penuh,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui puncak arus balik mudik Lebaran 2023 diperkirakan terjadi pada hari ini hingga esok, pada tanggal 5-8 April 2025. Untuk itu, beberapa kebijakan juga telah disiapkan sebagai upaya dari Pemprov Jatim untuk memastikan perjalanan arus balik masyarakat berlangsung aman, lancar, dan menyenangkan bagi masyarakat.
Oleh karenanya, Emil mengimbau kepada para pemudik yang hendak kembali ke daerah pekerjaannya agar bisa datang lebih awal di Bandara Juanda. Ini karena segala fasilitas yang ada di bandara sudah tersedia, baik itu tenant makanan, istirahat, dan lainnya. Hal ini, menurutnya, dapat membantu agar masyarakat dapat terhindar dari antrean panjang yang berpotensi mengakibatkan ketertinggalan pesawat.
“Jadi, jangan takut bosan kalau tiba lebih awal di bandara. Itu lebih baik daripada nanti kena antrean panjang. Walaupun semua sudah dioperasikan semaksimal mungkin, meja check in, semua security sudah dimaksimalkan, ya mudah-mudahan lancar,” pungkas Emil. (tok/but)






