Pamekasan (beritajatim.com) – Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan, Fattah Jasin meminta para pemuda di daerah yang dipimpinnya, agar ikut serta membangun perekonomian bangsa dengan berwirausaha dan tidak hanya bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sebab pihaknya menilai dengan berwirausaha, nantinya mereka akan memiliki peluang besar untuk membuka lowongan pekerjaan bagi warga lainnya. Sehingga hal tersebut dapat memberikan dampak positif bagi sektor perekonomian bangsa.
Hal tersebut disampaikan Wabup Pamekasan, Fattah Jasin saat menyambut mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pamekasan, beberapa waktu lalu.
“Anak-anakku sekalian, kami mengingatkan agar kedepan tidak bercita-cita menjadi pegawai negeri. Sebab antara kesempatan kerja yang ada dengan tenaga yang tersedia itu sangat jauh,” kata Fattah Jasin.
[berita-terkait number=”3″ tag=”wabup-pamekasan”]
Bahkan pihaknya juga mengajak para pemuda agar selalu dapat melihat setiap peluang yang ada di sekitarnya, sekaligus menjadikan hal itu sebagai sesuatu yang bisa bernilai pada aspek ekonomi, utamanya berhubungan dengan beragam potensi daerah masing-masing.
“Maka dari itu, anak-anak muda seharusnya bisa menciptakan peluang untuk menyerap tenaga kerja, salah satunya dengan cara berwirausaha. Sebab potensi ekonomi Jawa Timur dan Pamekasan ini sangat besar,” ungkapnya.
Ajakan tersebut bukan tanpa alasan, sebab selama ini Pemkab Pamekasan dibawah kepemimpinan Bupati Badrut Tamam memiliki program Sepuluh Ribu Pengusaha Baru alias Saputangan Biru. Bahkan program yang dikenal dengan sebutan Wirausaha Baru (WUB) juga dikonsep melalui strategi Desa Tematik.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pemkab-pamekasan”]
“Jadi program (Saputangan Biru) ini tidak ada maksud lain kecuali untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi dengan menggali potensi yang ada di setiap desa, salah satunya melalui strategi Desa Tematik,” tegasnya.
Seperti diketahui, program WUB memiliki skema pelatihan usaha gratis, bantuan modal dengan bunga nol persen, bantuan alat produksi, hingga fasilitasi pemasaran, baik online maupun offline. Fasilitasi pemasaran online berupa pelatihan digitalisasi marketing, sementara yang offline dengan mendirikan Warung Milik Rakyat (Wamira Mart) di setiap kecamatan dan desa.
Program yang telah berjalan sejak tahun 2020 tersebut mampu menciptakan pengusaha baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Seperti produksi songkok batik, sarung tenun, tas, sepatu, sandal dan beberapa produk lainnya dengan memanfaatkan potensi daerah. [pin/kun]






