Magetan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menyoroti fenomena banjir yang belakangan kerap melanda wilayahnya. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Manaqib Kubro dan Halal Bihalal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Jam’iyyah Ahluth Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Magetan di Ponpes Darul Ulum, Desa Poncol, Kecamatan Poncol, Sabtu (11/4/2026).
Dalam sambutannya, Suyatni mengaku tidak menyangka Kabupaten Magetan yang selama ini relatif aman, kini justru berulang kali dilanda banjir dalam beberapa bulan terakhir.
“Dulu tidak pernah membayangkan Magetan ini banjir. Tapi dalam dua hingga tiga bulan terakhir justru disibukkan dengan banjir di berbagai titik,” ujar Kang Suyat di hadapan ribuan warga yang hadir dalam acara tersebut.
Ia memaparkan, banjir terjadi hampir merata, mulai dari Kecamatan Ngariboyo, kawasan perkotaan, hingga wilayah Tawang dan sekitarnya. Bahkan, banjir juga berdampak pada ribuan hektare lahan pertanian serta infrastruktur jalan.
Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah buruknya sistem drainase dan aliran air. Banyak saluran air yang tersumbat, tidak tersambung dengan baik, hingga dialihkan secara tidak semestinya ke jalur irigasi.
“Banyak kalen (saluran air) yang buntu, tidak nyambung, bahkan ada yang dialihkan ke jalur irigasi. Akibatnya, air tidak mengalir lancar dan meluap ke permukiman,” jelasnya.
Selain itu, persoalan sampah juga memperparah kondisi. Ia menyebut masih banyak masyarakat yang belum disiplin menjaga kebersihan lingkungan, terutama membuang sampah di saluran air.
Tak hanya itu, Suyatni juga menyinggung adanya praktik pencurian komponen drainase seperti penutup gorong-gorong berbahan besi yang turut memperburuk kondisi. Kasus tersebut bahkan telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan pelaku berhasil diamankan.
Belajar dari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Magetan menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya kebersihan saluran air.
“Kami minta bapak ibu semua untuk rajin kerja bakti, membersihkan selokan, drainase, dan gorong-gorong agar fungsinya tidak terganggu dan kita bisa terhindar dari banjir,” tegasnya.
Ia menambahkan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga sistem drainase tetap berfungsi optimal. [fiq/kun]






