Banyuwangi (beritajatim.com) – Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah menyampaikan pesan tegas kepada warganya untuk tidak membeli beras SPHP dari Bulog dalam jumlah banyak. Larangan itu disampaikan lantaran jika terjadi temuan akan ada ancaman sanksi tegas.
Untuk itu, Wabup Sugirah memantau langsung pelaksanaan Operasi Pasar (OP) yang digelar Pasar Rogojampi. Di lokasi ini, terdapat 5 Ton beras yang tersedia untuk warga.
Selain itu, orang kedua di Pemda Banyuwangi tersebut juga memantu suplai beras SPHP di toko maupun lapak warga di pasar. Hal itu untuk memastikan beras tersebut sampai ke warga.
“Khusus di Pasar Rogojampi dipasok 5 ton beras. Kita juga ingin memastikan jika beras ini langsung sampai ke warga. Kita juga batasi setiap warga membeli maksimal 2 sak atau 10 kilogram untuk mencegah tidak diperjualbelikan lagi,” jelas Sugirah.
Operasi pasar, kata Sugirah, sengaja terus dilakukan bersama Bulog untuk menekan harga kebutuhan khususnya beras segera turun. Warga juga dapat menikmati harga sembako dengan harga terjangkau.
“Kami terus menggelar pasar murah untuk memberikan kesempatan bagi warga untuk mendapatkan sembako yang harganya terjangkau. Warga bisa membeli langsung sembako yang harganya langsung dari Bulog,” kata Sugirah.
Pemkab Banyuwangi bersama Bulog menggelar Operasi Pasar Murah mulai 19-28 Februari untuk menekan harga beras di pasaran yang merangkak naik. Setiap harinya, Bulog menggelontor tak kurang dari 10 ton beras yang dijual ke masyarakat dengan harga yakni Rp. 51.000 per kemasan 5 Kg. (rin/ian)






