Lumajang (beritajatim.com) – Demam Berdarah Dengue (DBD) telah merenggut nyawa 6 orang di Lumajang dalam beberapa bulan terakhir. Wabah ini menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.
Penjabat (Pj) Bupati Lumajang, Indah Wahyuni, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan aksi nyata dalam memerangi DBD.
“Menghadapi tantangan DBD, kolaborasi masyarakat dan pemerintah sangat penting. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk bergandeng tangan melakukan aksi nyata dalam pencegahan penyakit DBD,” ungkap Yuyun, sapaan akrab Pj Bupati Lumajang, Rabu (27/3/2024).
Yuyun menegaskan, genangan air setelah musim hujan menjadi salah satu faktor utama munculnya DBD. Oleh karena itu, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) menjadi langkah efektif untuk memutus rantai penyebaran penyakit ini.
“Mari bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar dengan 3M agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes Aegepty,” imbuhnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Lumajang, kasus DBD mengalami peningkatan signifikan sejak awal tahun. Pada Januari 2024, tercatat 81 kasus, kemudian meningkat menjadi 119 kasus di bulan Februari. Hingga 22 Maret 2024, terdapat 43 kasus DBD baru.
Yuyun menegaskan, dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, masalah DBD di Lumajang dapat diatasi.
“Mari bersatu melawan DBD dan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari penyakit,” pungkasnya.
Imbauan kepada Masyarakat:
Lakukan PSN 3M secara rutin
Gunakan kelambu saat tidur
Buang sampah pada tempatnya
Gunakan lotion anti nyamuk
Segera ke puskesmas atau rumah sakit jika mengalami gejala DBD
Kerja sama dan aksi nyata dari semua pihak sangatlah penting untuk memerangi DBD di Lumajang. Mari kita jaga kesehatan bersama! (ted)






