Banyuwangi (beritajatim.com) – Menjelang H-7 arus mudik Lebaran 2025, jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang melalui Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk mengalami peningkatan signifikan. Meski demikian, situasi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih terpantau lancar tanpa kendala berarti.
Berdasarkan data dari Posko Mudik Lebaran 2025 PT ASDP Ketapang, pada 23 Maret 2025 jumlah penumpang, baik pejalan kaki maupun dalam kendaraan, mencapai 54.888 orang. Selain itu, sebanyak 8.152 unit kendaraan roda dua, 4.143 unit kendaraan roda empat, 818 unit bus, dan 2.024 unit truk telah menyeberang.
Jumlah tersebut terus meningkat dibandingkan hari sebelumnya, di mana tercatat 44.662 penumpang, 7.391 unit kendaraan roda dua, 3.307 unit kendaraan roda empat, 574 unit bus, serta 2.342 unit truk yang menyeberang.
Seorang pemudik asal Probolinggo, Jamaludin, yang menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk mengaku memilih mudik lebih awal karena telah libur kerja. Ia juga menyebutkan bahwa di Bali sudah banyak masyarakat yang melakukan persiapan Hari Raya Nyepi, sehingga ia menghindari kepadatan.
“Kondisi di Pelabuhan Gilimanuk terlihat lancar, tidak ada antrean. Saya memperkirakan antrean akan terjadi pada sore hingga malam hari karena banyak pemudik yang melakukan perjalanan pada malam hari,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi juga terpantau ramai lancar. Tercatat 21.128 penumpang telah menyeberang ke Bali dengan rincian 629 unit kendaraan roda dua, 1.624 unit kendaraan roda empat, 500 unit bus, dan 2.829 unit truk.
PT ASDP telah mengoperasikan 31 armada kapal untuk melayani penyeberangan di lintasan Jawa-Bali guna mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama periode mudik Lebaran 2025.
“Kami prediksi puncak arus mudik berada di tanggal 27-28 Maret mendatang, sehingga kami juga telah mendatangkan dua unit kapal tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang nantinya,” jelas General Manager PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Yani Andriyanto.
Salah satu penumpang kapal dari Pelabuhan Ketapang, Ketut Windasari, mengatakan bahwa perjalanan mudiknya menuju Singaraja, Bali, berjalan lancar. Meski mendekati Hari Raya Idul Fitri arus mudik di pelabuhan mulai meningkat, ia tidak mengalami hambatan sebagai pejalan kaki.
“Asli Bali cuma mondok di Muncar. Mumpung sebelum Nyepi jadi pulang dulu. Kebetulan di sana tinggal di kampung Muslim. Meskipun tidak ikut Nyepi, tapi tetap pulang sebelum pelaksanaan supaya lancar,” pungkasnya. [alr/beq]






