Surabaya (beritajatim.com) – Viral tiga potongan video TikTok dengan narasi penganiayaan terjadi di Wiyung Tengah. Narasi video itu menceritakan penganiayaan yang dilakukan seorang laki-laki yang indekos di Wiyung Tengah kepada pacarnya.
Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok Hendikwidiasaputra itu korban perempuan yang tidak diketahui identitasnya menangis dan ditenangkan oleh warga.
Kapolsek Wiyung, Kompol Gandi mengatakan jika narasi di video viral itu salah. Tidak ada kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh laki-laki yang indekos di Wiyung Tengah itu kepada pacarnya. Kesimpulan itu didapat setelah Polsek Wiyung melakukan pemeriksaan kepada keduanya.
“Nggak ada penganiayaan kok. Sudah kami periksa dan diselesaikan mereka berdua dengan membuat surat pernyataan,” ujar Gandi ketika dikonfirmasi beritajatim, Selasa (15/8/2023).
Gandi menjelaskan, video itu direkam oleh warga sekitar saat kejadian Minggu (13/8/2023) malam. Dari kronologi yang diterima polisi, awalnya kedua pasangan asmara itu berada di kos-kosan Jalan Wiyung Tengah.
BACA JUGA:
Gangster Bersajam Kembali Beraksi di Surabaya
Semakin larut malam, si perempuan ingin pulang. Namun, keinginan perempuan itu tidak diamini oleh pihak laki-laki. Keduanya pun cekcok. Si perempuan kemudian lari dari kos sambil menangis.
Di saat yang bersamaan, ada pemuda kampung yang sedang nongkrong melihat kejadian itu. Pemuda kampung lantas mendatangi perempuan yang menangis itu.
Perempuan itu belum sempat menceritakan kronologi secara lengkap. Namun, sejumlah pemuda langsung mendatangi pria yang indekos di Wiyung Tengah itu.
BACA JUGA:
Kualitas Udara Kota Surabaya Masuk Kategori Tidak Sehat
“Beruntung saat itu ada pak RT sehingga tidak ada aksi main hakim sendiri. Oleh pak RT keduanya langsung dibawa ke Polsek Wiyung,” imbuh Gandi.
Dalam pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya kejadian penganiayaan kepada perempuan itu. Sehingga keduanya hanya diminta membuat surat keterangan agar tidak membuat gaduh di lingkungan hukum Polsek Wiyung.
“Sudah selesai mas masalahnya. Hoaks itu kalau ada yang bilang KDRT,” pungkas Gandi. [ang/beq]






