Situbondo (beritajatim.com) – Sebuah video amatir beredar di media sosial. Puluhan orang aparatur sipil negara (ASN) berdiri di halaman Rumah Sakit dr. Abdoerrahem, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, memberikan penghormatan terakhir untuk jenazah Bupati Dadang Wigiarto, Kamis (26/11/2020).
Dalam video itu, puluhan ASN berpakaian dinas warna coklat berbaris di tepi halaman rumah sakit. Saat sebuah mobil ambulans diiringi mobil patroli pengawalan polisi melintas, seluruh ASN tersebut langsung mengangkat tangan ke dahi begitu ada aba-aba. “Hormat, grak!”
Bupati Dadang Wigiarto meninggal dunia di ruang isolasi Rumah Sakit Daerah dr. Abdoerrahem, pada pukul 16.31 WIB. Ia terkonfirmasi Covid-19 sejak dua hari sebelumnya. “Selasa (24/11/2020) masuk rumah sakit, kondisinya masih stabil. Tapi kemarin pagi, kondisi beliau naik turun,” kata Sekretaris Daerah Situbondo Syaifullah via ponsel.
Kondisi Dadang tak juga membaik. Ia memiliki riwayat hipertensi. “Sekitar pukul 9-10 pagi tadi kemudian dipasangi ventilator. Menurut analisis dokter, virusnya ganas,” kata Syaifullah.
[berita-terkait number=”4″ tag=”situbondo”]
Rencananya malam ini juga Dadang akan dimakamkan di tempat pemakaman umum di Jalan Mawar. “Tidak boleh ditunda. Setelah prosesi di sini (rumah sakit), akan disalatkan di pendapa, tapi jenazah tetap di ambulans,” katanya.
Dadang lahir di Pasuruan, 20 Desember 1966. Ia meninggalkan istri bernama Umi Kulsum dan dua orang anak. “Hari ini malam Jumat, mudah-mudahan beliau husnul khotimah,” kata Syaifullah. [wir/but]
Pada hari Jumat (27/11/2020) pukul 06.52 WIB redaksi menambahkan Klarifikasi dari Sekda Situbondo:






