Surabaya (beritajatim.com) – Belakangan “Tepuk Sakinah” mendadak mencuri perhatian publik setelah video singkat dari sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Indonesia viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat calon pengantin diajak melakukan yel-yel dengan gerakan sederhana sambil menyebutkan lima pilar keluarga sakinah. Aksi ini sontak mengundang beragam respon dari warganet.
Tepuk Sakinah bukan sekadar hiburan semata, yel-yel ini merupakan salah satu metode edukasi yang dipakai dalam bimbingan pranikah di KUA. Tujuannya adalah membantu calon pasangan suami-istri mengingat pilar penting dalam membangun rumah tangga harmonis.
Salah satu contoh penerapan Tepuk Sakinah datang dari KUA Wuluhan Jember, Jawa Timur. Dalam unggahan di akun TikTok-nya, banyak calon pengantin yang diajak menyanyikan yel-yel “Tepuk Sakinah” di sela bimbingan pranikah.
Yel-yel ini pun berfungsi sebagai media belajar interaktif. Dengan adanya tepukan tangan dan irama sederhana, pasangan diharapkan lebih mudah menghafal serta memahami makna di balik ajaran tersebut.
Adapun lima pilar utama dalam keluarga sakinah, yaitu:
-Zawaj (berpasangan) – Menyadari bahwa pernikahan adalah ikatan sah antara dua insan.
-Mitsaqan Ghalizan (janji kokoh) – Mengingatkan bahwa pernikahan adalah perjanjian kuat di hadapan Allah.
-Mu’asyarah Bil Ma’ruf – Suami-istri wajib saling mencintai, menghormati, menjaga, dan berbuat baik.
-Musyawarah – Membiasakan komunikasi dan pengambilan keputusan bersama.
-Taradhin (saling ridha) – Saling menerima, memahami, dan merelakan demi keharmonisan keluarga.
Gerakan tepuk tangan dalam Tepuk Sakinah mungkin juga bisa dipraktikkan ketika terjadi perselisihan kecil di rumah tangga. Dengan begitu, pasangan akan teringat kembali bahwa tujuan utama mereka adalah membangun keluarga yang harmonis.
Untuk mempermudah penghafalan, lirik Tepuk Sakinah dibuat sederhana dan berulang, antara lain:
Lirik Tepuk Sakinah
Berpasangan
Berpasangan
Berpasangan
(tepuk 3x)
Janji kokoh
Janji kokoh
Janji kokoh
(tepuk 3x)
Saling cinta
Saling hormat
Saling jaga
Saling ridho
Musyawarah untuk sakinah
Fenomena ini mendapat berbagai komentar dari warganet. Sebagian besar menilai Tepuk Sakinah justru membuat seseorang yang mudah ilfeel justru enggan menikah. Namun, ada juga yang menganggap Tepuk Sakinah sebagai cara kreatif dan menyenangkan dalam memberikan hiburan pranikah sekaligus pengingat nanti setelah menikah.
Ada juga yang menganggapnya sebagai bentuk inovasi KUA agar materi yang biasanya serius bisa tersampaikan dengan lebih ringan.
Meski mengandung pro dan kontra, tidak sedikit pengguna media sosial yang ikut menirukan dan membagikan ulang video Tepuk Sakinah, sehingga menambah popularitasnya di jagat maya.
Meski terkesan sederhana, Tepuk Sakinah membawa pesan mendalam tentang pentingnya membangun keluarga dengan cinta, komunikasi, dan komitmen. Inovasi ini menjadi bukti bahwa edukasi pranikah tidak harus kaku, melainkan bisa dikemas lebih interaktif agar mudah diterima oleh calon pengantin. (fyi/kun)






