Surabaya (beritajatim.com) – Kita arek Surabaya (Karsa) menanggapi berita yang sedang ramai terkait kekerasan seorang guru kepada muridnya yang terjadi di SMPN 49 Surabaya. Kekerasan yang telah dilakukan seorang guru terhadap seorang murid yang seharusnya tidak patut untuk dilakukan itu viral beredar melalui video.
Arderio Hukom Ketua Karsa.Sub yang sekaligus Ketua Bidang Pendidikan, Riset, Sosial, Pemuda dan Olahraga BPD HIPMI Jawa Timur angkat bicara terkait beredarnya berita tersebut. Menurutnya, hal itu sangat disesalkan apalagi terjadi di lingkup pendidikan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”guru-surabaya”]
“Kejadian ini sangat disesalkan. Terlepas apapun masalahnya, alangkah baiknya seorang pelajar itu diajar bukan dihajar,” kata Arderio Hukom di Surabaya, Sabtu (29/1/2022).
Salah satu hal yang paling ditakutkan ketika kejadian ini terjadi yaitu faktor psikologis. Arderio menyebut trauma psikologis akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembang korban. “Trauma psikologis seseorang apalagi siswa sangat sulit untuk dilupakan, sehingga pasti akan berpengaruh untuk menyongsong masa depannya,” kata Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur ini.
Dia berharap kejadian kekerasan pada siswa tidak terulang lagi, dia juga meminta guru untuk mengedepankan komunikasi daripada kekerasan supaya kejadian seperti ini dapat terhindarkan.
“Harapannya, semoga kejadian ini dapat menjadi pelajaran kita semua khususnya peran pengajar, orang tua, dan siswa yang lebih intens dalam berkomunikasi. Supaya kejadian yang tidak diinginkan seperti ini dapat terhindarkan. Dan juga pelaku dapat ditindak secara tegas dan bijaksana,” tandasnya. [asg/suf]






