Surabaya (beritajatim.com)- Rencana penguatan jaringan MBG TV sebagai media broadcasting nasional berbasis edukasi gizi menuai sorotan publik. Di satu sisi, hampir kebanyakan netizen menyuarakan penolakan dan skeptisisme di media sosial. Namun di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) malah secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif tersebut.
Perdebatan ini menjadidinamika publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sejak awal memang menjadi perhatian luas masyarakat.
Gelombang Kritik Netizen: Soal Transparansi hingga Anggaran
Sejumlah komentar di Instagram menunjukkan nada penolakan dan kekhawatiran terhadap kehadiran MBG TV.
Akun @yayan_ahza86 menulis,
“Apakah berita keracunan akan dimunculkan?”
Komentar ini merujuk pada kekhawatiran bahwa MBG TV hanya akan menayangkan sisi positif program tanpa membahas persoalan di lapangan.
Nada kritik lebih keras disampaikan akun @ligaairsoftpelajar:
“Yang mau nonton siapa? Buang duit rakyat saja ini.”
Komentar tersebut mempertanyakan relevansi dan urgensi kanal televisi khusus tersebut, bahkan menyinggung potensi pemborosan anggaran.
Netizen lain juga menyampaikan skeptisisme serupa:
“Pasti ini beritanya positif terus.”
Sementara komentar bernada satire berbunyi:
“Yang disiarin pasti bukan yang rambutan 3 biji, roti kecil sama susu kotak.”
Rujakan netizen lain meliputi transparansi konten yang berisi tentang kekhawatiran pemberitaan tidak berimbang, efektivitas dan urgensi yakni apakah kanal khusus memang dibutuhkan dan penggunaan anggaran publik potensi pemborosan dana negara dan tumbuh suburnya praktik korupsi.
Menanggapi kritik dan rujakan netizen, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung, justru menyampaikan dukungan resmi terhadap MBG TV.
Melansir portal resmi jupnasgizi.com Wakil Kepala BGN melakukan audiensi bersama Forum Jupnas Gizi Indonesia di Gedung BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, ia menegaskan bahwa MBG TV merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat literasi gizi dan transparansi program.
“Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap MBG TV yang diinisiasi oleh Forum Jupnas Gizi Indonesia. Media broadcasting seperti MBG TV memiliki peran penting dalam menyampaikan edukasi yang benar, meningkatkan kesadaran publik, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Lodewyk Pusung.
BGN menilai kehadiran MBG TV tidak sekadar media informasi, tetapi instrumen strategis nasional.
Menurut Lodewyk Pusung, Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam percepatan penurunan stunting.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah investasi jangka panjang bangsa. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak secara konsisten, maka pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak mereka akan optimal.”
MBG TV yang diinisiasi Forum Jupnas Gizi Indonesia telah bekerja sama dengan 13 televisi lokal di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku.
Secara keseluruhan, jaringan ini diklaim telah menjangkau 93 kabupaten/kota di 15 provinsi, menjadikannya salah satu jaringan broadcasting edukasi gizi dengan penetrasi regional yang luas.
BGN menilai model kolaborasi ini dapat:
Meningkatkan literasi gizi masyarakat
Memperkuat transparansi program
Mendukung ekonomi kerakyatan melalui ekosistem pangan lokal
Perdebatan mengenai MBG TV menunjukkan adanya jurang persepsi antara publik di media sosial dan institusi negara.
Di satu sisi, netizen menuntut transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi anggaran.
Di sisi lain, BGN melihat MBG TV sebagai alat edukasi strategis menuju visi “Generasi Emas Indonesia”. [aje]






