Kediri (beritajatim.com) – Nama Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn. kini semakin dikenal sebagai tokoh muda perempuan yang memperkuat demokrasi di Indonesia, khususnya di Kota Kediri.
Perempuan kelahiran Surabaya, 12 Juni 1998 ini resmi dilantik sebagai Wali Kota Kediri periode 2025-2030 bersama wakilnya, KH. Qowimuddin Thoha, oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025 di Istana Merdeka, Jakarta.
Vinanda, yang akrab disapa Mbak Vinanda atau Mbak Wali, meniti karir dari dunia akademik hingga profesional. Ia menempuh pendidikan di SMPN 1 Kota Kediri, kemudian melanjutkan ke SMAN 3 Kota Kediri. Gelar Sarjana Hukum diperolehnya dari Universitas Brawijaya, dilanjutkan dengan Magister Kenotariatan dari Universitas Airlangga Surabaya.
Pengalamannya sebagai relawan dan aktivis sosial tergambar melalui peran strategisnya sebagai Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN), organisasi sosial bentukan para pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Di bawah kepemimpinan Heru Wijaya sebagai Ketua Umum, RSTN berkiprah di berbagai wilayah Indonesia, dengan pusat aktivitas di Kota Kediri.
“Sapta Cita menjadi komitmen utama dalam menciptakan kota yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam lima tahun ke depan,” ujar Vinanda usai pelantikannya oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis, 20 Februari 2025 lalu di Istana Merdeka.
Vinanda bersama Wakil Wali Kota KH. Qowimuddin Thoha, pengasuh Pondok Pesantren Al-Islah Bandar Kidul, mengusung visi besar menjadikan Kediri sebagai kota MAPAN: Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni. Tujuh program unggulan mereka terangkum dalam SAPTA CITA, mulai dari pemerataan pembangunan di tingkat RT/RW, hingga penataan kota berkelanjutan melalui konsep Smart City.

“Membangun kota yang maju dan sejahtera membutuhkan langkah strategis, yang memastikan seluruh aspek kehidupan masyarakat mendapat perhatian yang seimbang,” tegas Vinanda dalam pidatonya.
Didukung oleh koalisi besar yang terdiri dari tujuh partai parlemen dan enam partai non-parlemen, Vinanda membuktikan bahwa sinergi politik dan sosial dapat melahirkan pemimpin muda yang visioner dan merakyat. Keaktifannya dalam organisasi kampus seperti FKPH dan IYOIN serta pengalaman kerja di sektor swasta dan pemerintahan, memperkuat kapasitasnya dalam menjalankan roda pemerintahan kota.
Dengan semangat “Urip Sak Paran Paran, Sedulur Sak Lawase”, Vinanda menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial bisa menjadi pondasi kuat dalam membangun demokrasi yang berpihak pada rakyat kecil.
“Membangun kota yang maju dan sejahtera membutuhkan langkah strategis, yang memastikan seluruh aspek kehidupan masyarakat mendapat perhatian yang seimbang,” kata putri sulung Kasubdit III Tipikor Ditkrimsus Polda Jatim AKBP Edy Herwiyanto. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan demi mewujudkan Kota Kediri yang lebih baik.
Sebagai tokoh muda perempuan, Vinanda tidak hanya mencerminkan semangat kepemimpinan baru, tapi juga menjadi inspirasi bahwa demokrasi bisa dibangun lewat dedikasi, keberpihakan pada rakyat, dan kolaborasi lintas sektor. [nm]






