Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perdagangan telah melakukan verifikasi data pedagang yang akan mendapatkan subsidi akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini dilakukan agar subsidi yang diberikan tepat sasaran.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Plt Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menyebutkan data verifikasi ini diambil dari data yang telah tersedia sejak masa pandemi lalu. Yang mana pada saat itu, bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini juga memberikan bantuan kepada pedagang yang terdampak Covid-19.
“Artinya data base pedagang sudah ada. Akibat Covid kemaren, kami sudah menyalurkan bansos. By name, by adress sudah ada,” kata Tutik.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-kediri”]“Kita perlu verifikasi apakah ada pedagang baru, apakah pedagang lama masih berjualan. Ada juga beberapa pedagang yang bukan ber-KTP Kabupaten Kediri. Akhirnya kita mengerucut di angka 5 ribu pedagang,” terangnya.
Tutik menambahkan, dalam pelaksanaanya, verifikasi data penerima manfaat ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk mencegah terjadinya data ganda. Ditambah lagi, penyesuaian dan sinkronasi data dengan dinas lain yang juga mengeluarkan program bantuan sosial.
Selain itu, parameter lain yang digunakan adalah peruntukan atau sasarannya. Sehingga antara pedagang, transportasi, hingga masyarakat yang telah masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) hanya akan menerima salah satu dari parameter tersebut.

Wanita berkacamata tersebut berharap dengan adanya bantuan dari Mas Dhito ini dapat menekan harga barang di pasar. Yang kemudian akan menahan timbulnya inflasi daerah akibat kenaikan harga BBM. “Harapannya teman-teman pedagang ini tetap berjualan dan tidak menaikkan harga dagangannya, karena sudah disubsidi oleh Mas Dhito,” harapnya.

Menurutnya, penyaluran bantuan di hari pertama di wilayahnya tersebut sudah tepat sasaran dan besaran yang diterima oleh masyarakat juga sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Kita pantau hari ini, di Kecamatan Gampengrejo relatif Alhamdulillah tepat sasaran,” terangnya. [adv kominfo/nm]






