Ponorogo (beritajatim.com) – Sasaran atau target vaksinasi anak di Ponorogo sebanyak 71 ribu. Jumlah tersebut berdasarkan data yang diberikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur. Sejak capaian vaksinasi lanjut usia (lansia) menyentuh angka 60 persen, dan capaian vaksinasi umum diatas 70 persen, vaksinasi anak usia 6-11 tahun mulai dilakukan.
Yakni pertama pada tiga hari yang lalu dilakukan oleh Polres Ponorogo di SD Bright Kiddie. Disusul sehari kemudian dilakukan oleh Kodim 0802 Ponorogo, di mana sasarannya adalah anak-anak prajurit TNI. Kemudian di hari ketiga ini, secara seremonial dibuka oleh Bupati Sugiri Sancoko dengan sasaran murid di SDN 1 Mangkujayan dan SDN 3 Bangunsari.
[berita-terkait number=”4″ tag=”vaksinasi”]
“Hari ini kick off vaksinasi anak di Ponorogo. Ya sebenarnya kemarin-kemarin sudah ada yang mengawali. Ini seremonial saja yang didatangi oleh Forkopimda, Wabup, Pak Sekda, komplit lah. Agar ada semangat dan percepatan vaksinasi untuk anak,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Sabtu (8/1/2022).
Bupati yang karib disapa Kang Giri ini menyebut sebanyak 71 ribu anak yang bakal divaksin, ditargetkan bulan ini sudah tuntas. Dengan begitu, akan segera terjadi herd immunity untuk anak- anak. Manfaatnya selain bisa memproteksi diri terhadap virus Covid-19, juga tidak akan mengganggu belajar mengajar. “Kami targetkan bulan Januari ini tuntas. Semoga anak-anak Ponorogo semakin baik,” katanya.
Meskipun kasus Covid-19 di bumi reyog ini landai, bupati menghimbau kepada masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes). Sebab bagaimanapun juga ini masih dalam suasa pandemi. Selain itu, masyarakat juga harus waspada dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
“Kita harus membasmi sarang nyamuk, banyu sing ngecembeng ( air yang tergenang) dibersihkan. Segera ada fogging serentak dan PSN harus digerakkan,” katanya.
Vaksinasi anak ini menggunakan jenis vaksin Sinovac. Dimana vaksin jenis ini sangat sedikit kipi-nya. Maka dari itu, didorong anak-anak untuk antusias. Skrining sebelum vaksinasi diperiksa sedetail mungkin. Bagaiamana suhunya, supaya tidak terjadi seperti daerah lain. “Saya yakin di daerah lain itu bukan karena vaksin. Mudah-mudahan aman semua,” pungkasnya. [end/suf]






