Jember (beritajatim.com) – Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat jatah PCV (Pneumokokus Konyugasi Vaksin) atau vaksin khusus pneumonia bagi bayi gratis dari pemerintah. Warga yang memiliki bayi yang lahir sejak April 2021 diharapkan membawa anak mereka ke fasilitas layanan kesehatan untuk mendapat vaksinasi.
“Itu hak anak agar dia terhindar dari penyakit pneumonia. Kasus pneumonia ini juga terjadi pada orang dewasa. Tapi bayi atau balita cenderung tidak merasakan atau menyampaikan keluhannya kalau sakit, sehingga risikonya kematian,” kata Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Jember Arif Yoni Setiawan, Senin (1/11/2021).
Tercatat pada 2020 ada 3.760 kasus pneumonia untuk semua usia dan pada 2021 ada 1.756 kasus untuk semua usia. “Tapi pada 2020, pneumonia pada bayi berusia kurang dari satu tahun sebanyak 1.285 kasus, dan untuk balita berusia satu sampai lima tahun sebanyak 2.391 kasus. Kemudian pada Januari – September 2021 untuk bayi berusia kurang dari satu tahun berjumlah 583 kasus dan pada usia 1-5 tahun sebanyak 1.139 kasus,” kata Yoni.
Jika bayi sudah mendapatkan tiga kali vaksinasi PCV, maka saat besar akan lebih terproteksi. “Ini ikhtiar memberikan perlindungan kepada anak.” kata Yoni.
Menurut Yoni, pneumonia bukan penyakit baru. “Dengan adanya PCV ini, kita berharap besar kasus pneumonia tidak terjadi lagi di Jember. Tentunya asal bayi-bayi di Jember bisa memanfaatkan vaksinasi PCV ini,” katanya.
Persoalannya, lanjut Yoni, tidak banyak warga tahu dan menyadari pentingnya vaksinasi PCV. “Masih ada orang tua yang khawatir, takut anaknya (setelah) divaksin rewel. Rewel dan demam adalah efek samping vaksinasi. Insya Allah itu bisa reda. Yang terpenting adalah perlindungannya,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”vaksin”]
Vaksin PCV diperuntukkan bayi yang berdomisili di Jember, yang lahir mulai April 2021. “Ini pengenalan di Kabupaten Jember sebelum jadi vaksinasi rutin oleh pemerintah pusat. Tentunya dengan berkomunikasi dengan kader posyandu dan bidan desa. Di setiap desa ada bidan wilayah yang berkomunikasi dengan petugas kesehatan di wilayah,” kata Yoni.
Normalnya, satu dosis suntikan PCV di rumah sakit swasta dibanderol Rp 800-900 ribu. “Mumpung ini (jatah untuk Jember) gratis, eman jika tidak dimanfaatkan,” kata Yoni.
Saat ini capaian vaksinasi PCV Jember masih rendah. Saat ini baru 19,69 persen atau 5.192 bayi yang divaksinasi PCV pertama dari target 26.374 bayi. Sementara cakupan vaksinasi PCV kedua baru 8,15 persen atau 2.149 bayi.
“Kami tidak memungkiri bahwa pandemi berpengaruh terhadap capaian. Mungkin masyarakat masih takut membawa anaknya ke posyandu. Posyandu juga tidak maksimal, karena kondisi di Jember pada Juni-Juli 2021 kasus meningkat, dan itu memang mempengaruhi psikologi masyarakat untuk datang ke fasilitas kesehatan. Saat ini cakupan vaksin PCV 16 persen,” kata Yoni. [wir/suf]






