Surabaya (beritajatim.com) – Vaksin InaVac temuan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bakal diproduksi kembali tahun ini. Rencananya, ada 20 juta dosis vaksin yang akan diproduksi.
“Vaksin sudah dibeli Kemenkes. Tahun lalu dibeli 5 juta dosis dan sudah didistribusikan. Tahun 2023 ini, ada permintaan dari Kemenkes lagi sekitar 20 juta dosis,” ungkap Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, ditulis Sabtu (4/2/2023).
Nasih menyebut, vaksin InaVac ini juga dipakai untuk booster. Pendistribusiannya sendiri, Unair menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah.
“Distribusinya sudah ditentukan oleh Kemenkes pada masing-masing provinsi di Indonesia,” jelas Nasih.
Sebelumnya, Unair juga telah memberikan penghargaan kepada Pemprov Jatim sebagai bentuk apresiasi atas keseriusan dalam mendukung pelaksanaan uji klinis fase 1, 2, 3 dan booster heterologous dewasa InaVac. Sehingga, vaksin tersebut kini bisa digunakan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unair”]
“Kami sungguh sangat berterima kasih atas ikhtiar atas perjuangan yang menurut saya tidak kalah dengan perjuangan di tahun 1945 lalu,” kata Prof Nasih.
Ia menambahkan, keberhasilan ini tak lepas dari kebesaran hati peneliti, termasuk para subjek yang menjadi volunteer dalam fase uji klinis 1, 2 dan 3.
“Kami sangat senang bisa bekerjasama dengan bapak ibu, dalam mewujudkan karya anak bangsa yang sungguh monumental,” sebutnya.
Sebagai informasi, dari aspek imunogenisitas, vaksin Inavac bisa meningkatkan respons imun humoral dengan nilai Geometric Mean Fold Ratio (GMFR) sebesar 3,65 (studi klinik fase I), 1,18 (studi klinik fase II) dan 1,2 (studi klinik fase III) pada 28 hari setelah injeksi dosis kedua. [ipl/beq]






