Blitar (beritajatim.com) – Jagat media sosial, khususnya platform TikTok, baru-baru ini diramaikan oleh balasan menohok dari admin akun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Komentar yang menyiratkan pesan “selain donatur tak boleh ngatur” memicu beragam reaksi dari netizen yang menilainya terlalu sarkas.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua KDMP Ngoran, Agus Daryanto, akhirnya tampil ke publik untuk memberikan klarifikasi resmi sekaligus permohonan maaf. Agus mengakui bahwa diksi yang digunakan oleh tim adminnya memang terkesan tajam di mata publik.
Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak bermaksud arogan, melainkan bentuk luapan semangat para pengurus yang tengah berjuang membangun koperasi secara mandiri.
“Kemarin dari tim kami, mungkin oleh netizen bahasa yang digunakan dianggap terlalu sarkas. Itu sebenarnya adalah perwujudan dari semangat kami berkoperasi, semangat dalam menunjukkan bahwa KDMP sudah berjalan seperti ini di Desa Ngoran, biarpun support dana dari pemerintah itu belum ada,” ungkap Agus Daryanto, Sabtu (18/04/2026).
Perjuangan Mandiri Tanpa Bantuan Pemerintah
Agus memaparkan bahwa sikap defensif di media sosial tersebut lahir dari perjuangan keras pengurus yang murni mengandalkan swadaya. Tanpa adanya suntikan dana dari pemerintah, KDMP Ngoran tetap beroperasi dengan mengandalkan instrumen simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela dari para anggotanya.
Untuk membuktikan bahwa semangat tersebut bukan isapan jempol, Agus membeberkan rekam jejak transparansi dan kemajuan finansial KDMP Ngoran sejak pertama kali dirintis sejak tanggal 25 Mei 2025. Pada awalnya KDMP Ngoran berhasil merekrut 18 anggota pertama dengan total dana terkumpul sekitar Rp 12.000.000 hingga Rp 18.000.000.
Dana yang diputar untuk berbagai usaha berhasil tumbuh dan terakumulasi mencapai Rp 25.250.000. Di akhir tahun pembukuan 2025, koperasi sukses mencatatkan laba bersih sebesar Rp 915.000.
Dana awal yang dikumpulkan dari belasan anggota tersebut, lanjut Agus, terus diputar secara konsisten untuk berbagai unit usaha demi kesejahteraan bersama. Kemandirian finansial inilah yang memupuk rasa kebanggaan sekaligus sikap protektif para pengurus terhadap koperasinya.
Permohonan Maaf Terbuka
Meski memiliki kebanggaan atas pencapaian koperasinya yang mampu berdiri di atas kaki sendiri, Agus Daryanto menyadari bahwa komunikasi publik tetap harus mengedepankan etika. Mewakili seluruh jajaran pengurus, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat luas yang merasa tidak nyaman dengan gaya bahasa admin mereka.
“Kalaupun bahasa itu dianggap sarkas, kurang sopan, dan sebagainya, saya mewakili pengurus, saya Agus Daryanto selaku Ketua Koperasi Desa Merah Putih, jika ada pernyataan yang kurang arif dan bijaksana, kami mohon maaf,” pungkasnya menutup klarifikasi.
Langkah cepat dan kooperatif dari Ketua KDMP ini diharapkan dapat meredam polemik di dunia maya, sekaligus menjadi titik balik bagi manajemen KDMP Ngoran untuk lebih bijak dalam mengelola komunikasi digital. Di luar kontroversi yang ada, langkah mandiri warga Desa Ngoran dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui koperasi ini tetap menjadi sebuah upaya yang patut diapresiasi. (owi/ian)







2 Komentar
Alasan konyol. Uang untuk bangun KDMP dari rakyat. Kalo bilang modal swadaya, salah. Suruh tu admin belajar menghargai bos nya.
belum2 sudah sombong.