Blitar (beritajatim.com) – Pertandingan Arema FC vs PSIS Semarang yang digelar di Stadion Soepriadi Kota Blitar dihentikan sementara pada menit 35. Penghentian pertandingan ini dilakukan usai Stadion diguyur hujan deras disertai dengan kilat dan petir.
Wasit Muhammad Taqi Al Jaafari bin Bahri asal Malaysia pun terpaksa meniup peluit di menit 35 pada babak pertama. Wasit Malaysia itu pun meminta kepada para pemain Arema dan PSIS Semarang untuk masuk ke ruang ganti demi keamanan, karena kondisi hujan deras disertai petir.
Usai peluit ditiup, terlihat para pemain langsung menuju ruang ganti Stadion Soepriadi Kota Blitar. Bukan hanya pemain yang ada di lapangan namun pemain cadangan yang berada di pinggir lapangan pun ikut masuk ke ruang ganti.
Saat dihentikan skor pertandingan adalah 2-1 untuk keunggulan tuan rumah Arema fc. Gol Arema fc dicetak oleh Gildson Pablo de Oliveira Silva pada menit ke 5. Sementara gol ke 2 Arema fc dicetak oleh Charles Lokolingoy pada menit ke 28.
Sementara untuk gol PSIS Semarang dicetak oleh Abdallah Sudi pada menit 32. Gol yang diciptakan oleh penyerang PSIS Semarang ini terjadi akibat kesalahan dari kiper Arema, Dicki Agung.
Kini pemain Arema dan PSIS Semarang pun masih di dalam ruang ganti. Sementara wasit dan Panpel pertandingan masih berdiskusi untuk menentukan nasib pertandingan.
Sebenarnya kondisi Stadion Soepriadi Blitar sendiri tidak tergenang air. Namun karena faktor keamanan usai munculnya petir maka pertandingan antara Arema vs PSIS terpaksa dihentikan sementara. [owi/beq]






