Ponorogo (beritajatim.com) – Kejadian tenggelamnya sopir perahu speedboat di Telaga Sarangan Magetan menjadi perhatian pengelola wisata lainnya. Tak terkecuali pengelola Telaga Ngebel di Ponorogo. Dalam hal ini Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo. Mereka dengan cepat bakal melakukan langkah antisipatif, supaya kejadian tersebut tidak terjadi di Telaga Ngebel. Sebab, di Telaga Ngebel juga ada jasa persewaan perahu speedboat seperti di Telaga Sarangan.
“Pasca kejadian adanya sopir perahu speedboat yang meninggal tenggelam di Telaga Sarangan, kami langsung mengumpulkan pemilik perahu yang beroperasi di Telaga Ngebel,” kata Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Disbudparpora Ponorogo, Bambang Hermawan, Senin (7/2/2022).
Sedikitnya ada 40 orang pemilik perahu yang dikumpulkan oleh Disbudparpora Ponorogo. Bambang menyebut pihaknya mengumpulkan para pemilik perahu itu untuk dilakukan pembinaan. Terlebih lagi untuk keamanan dan keselamatan sopir maupun penumpang atau pengunjung yang ingin berkeliling Telaga Ngebel menggunakan perahu speedboat.
“Keselamatan, baik itu sopir perahu maupun penumpang itu sangat penting,” katanya.
Untuk itu, Disbudparpora Ponorogo menekankan piranti keselamatan harus disiapkan di setiap perahu. Salah satunya pelampung. Baik itu pelampung untuk dewasa maupun pelampung untuk anak-anak. Sang sopir perahu wajib memberikan pelampung kepada penyewa jika ingin naik perahu.
“Safety first, sopir harus memberikan pelampung kepada penyewa yang hendak naik perahu. Jika ada masyarakat yang tidak diberi pelampung bisa mengadu ke kami,” katanya.
Selain pelampung yang harus ada di setiap perahu, Disbudparpora Ponorogo rupanya selama ini juga menyiagakan pengawas di lapangan. Dimana pengawas ini, selain bertugas menjaga keselamatan pengunjung juga mengawasi perahu yang masih membandel tidak menggunakan pelampung keselamatan.
“Rescue ada 4 orang, selain untuk pengawasan keamanan dan keselamatan, juga memantau perahu mana yang tidak menggunakan pelampung saat mengantarkan wisatawan,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Sementara itu salah satu pemilim perahu speedboat bernama Saiful menyebut pihaknya juga melakukan musyawarah. Bahwa dalam musyawarah itu disepakati semua pemilik perahu untuk patuh pada standar operasional prosedur (SOP) keselamatan.
“Kita juga memahami keselamatan itu nomor satu, SOP keselamatan harus kita jalankan,” katanya.
Terkait berfoto di icon tulisan Telaga Ngebel, para pemilik perahu sepakat untuk tidak berjubel. Idealnya pun juga harus diberi jarak dengan speedboat yang lain.
“Keselamatan penumpang memang harus diutamakan,” pungkasnya. [end/but]






