Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, bertekad untuk tidak berlarut-larut dalam keterpurukan usai kekalahan dari Persijap Jepara. Tim Bajul Ijo kini bersiap untuk menghadapi PSM Makassar di kandang, pada 25 Februari 2026.
Meski pertandingan itu sangat penting bagi tim, Tavares mengungkapkan beberapa kendala yang membuat persiapan Persebaya tidak ideal.
“Saat ini kami harus menghadapi lawan yang memiliki keuntungan dengan waktu istirahat satu hari lebih banyak,” ujar Tavares. “Kami juga harus menempuh perjalanan sekitar 7–8 jam dari Jepara ke Surabaya, dan itu tidak mudah bagi pemain.”
Menurut Tavares, perjalanan panjang itu memengaruhi pemulihan fisik pemain, yang membutuhkan istirahat yang cukup. “Pemulihan terbaik adalah tidur, tetapi dengan perjalanan yang panjang, situasinya menjadi sulit,” tambahnya.
Hal ini tentu berdampak pada kesiapan tim dalam menghadapi PSM Makassar, meskipun tim tersebut kini berada di papan bawah klasemen.
Tavares juga menyoroti pentingnya pemilihan pemain yang akan diturunkan dalam laga berikutnya, mengingat beberapa pemainnya absen karena kartu atau kondisi fisik yang kurang mendukung. “Setelah latihan besok, kami akan melihat siapa yang paling siap untuk bermain,” ujarnya.
Kekalahan dengan skor cukup telak dari Bhayangkara (1-2) dan Persijap Jepara (3-1) tentu membuat Persebaya harus lebih berhati-hati dalam menyikapi pertandingan melawan PSM Makassar.
Saat ini, Persebaya Surabaya bertengger di posisi kelima klasemen dengan perolehan 35 poin, sementara PSM Makassar berada di urutan 13 dengan 23 poin. [way/suf]






