Surabaya (beritajatim.com) – Tekanan dari suporter Persebaya Surabaya agar Bernardo Tavares memboyong sejumlah pemain PSM Makassar mendapat tanggapan lugas dari pelatih asal Portugal tersebut. Tavares mengakui banyak mantan anak asuhnya yang menghubunginya usai resmi bergabung dengan Persebaya.
Namun demikian, ia menegaskan tetap menghormati kontrak para pemain yang masih terikat dengan PSM Makassar.
“Iya, memang banyak pemain PSM Makassar yang menghubungi saya setelah saya menandatangani kontrak. Tapi kita tidak boleh melakukan hal yang buruk kepada klub lain. Kita harus menghormati mereka karena para pemain tersebut masih memiliki kontrak,” ujar Tavares, Senin (5/1/2026).
Mantan pelatih PSM Makassar itu menilai sikap saling menghormati antar klub menjadi prinsip yang harus dijaga dalam dunia sepak bola profesional. Ia menegaskan tidak ingin melakukan sesuatu yang juga tidak ingin dialaminya.
“Kita perlu menghormati kontrak. Saya juga tidak ingin diperlakukan seperti itu oleh klub lain. Apalagi banyak orang tahu kami pernah menciptakan sejarah yang baik bersama PSM Makassar,” imbuhnya.
Saat ini, fokus Tavares sepenuhnya tertuju pada upayanya membangun Persebaya Surabaya. Ia menyebut keputusannya menerima pinangan Green Force adalah untuk menciptakan sejarah baru yang positif bersama klub asal Kota Pahlawan tersebut.
“Saya sangat menghormati pendukung PSM Makassar. Tapi sekarang kami perlu membangun sesuatu yang baru dengan saling menghormati, baik antara pendukung Persebaya, saya sebagai pelatih, maupun para pemain,” tuturnya.
Menurut Tavares, membangun lingkungan yang saling menghargai merupakan kunci penting bagi kesuksesan tim.
“Untuk menciptakan lingkungan yang baik, semua pihak harus terlibat. Tidak mungkin dilakukan oleh satu orang saja,” tambahnya.
Sebelumnya, nama Yance Sayuri sempat mencuat sebagai salah satu pemain PSM Makassar yang dikaitkan dengan kepindahan ke Persebaya Surabaya pada putaran kedua kompetisi. (way/but)






