Surabaya (beritajatim.com) – Setiap 31 Oktober selalu diperingati oleh sebagian masyarakat Indonesia sebagai acara pesta Halloween atau kerap disebut Halloween Party di tempat hiburan malam.
Di Surabaya, hampir semua tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) menggelar pesta Halloween dengan mengadakan promo minuman alkohol atau acara bertemakan horor yang membuat konsumen puas.
Namun sayang, tepat usai tempat hiburan di Surabaya menggelar pesta Halloween, dua kecelakaan karena pengemudi mabuk terjadi.
Kejadian kecelakaan pertama terjadi di pusat Kota Surabaya pada pukul 03.45 Tepatnya di Jalan Gubernur Suryo depan SMA Trimurti.
Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan dipicu karena sebuah mobil Toyota DK 1446EV menabrak sepeda motor Honda Scoopy L 3676 CAM. Mobil itu diketahui dikendarai oleh laki-laki berinisial YS (22) dengan penumpang ON (22). Keduanya diketahui dalam kondisi mabuk. Beruntung, tidak ada korban jiwa tewas dalam kejadian ini.
Kejadian kedua terjadi di Jalan Kedungdoro pada pukul 04.00 WIB. Sebuah mobil Kijang Innova W 1168 CQ itu berjalan zig zag dan menabrak warung makan.
Mobil itu diketahui dikendarai seorang remaja pria asal Madura berinisial AR (18). Ia juga dalam kondisi mabuk. Saat dimintai keterangan warga, ia mengaku baru saja Halloween Party di salah satu klub malam Jalan Embong Malang.
Dari berbagai sumber di lokasi, AR diketahui mengendarai mobil Innova putih dengan kecepatan kencang dari arah Pasar Kembang menuju Jalan Kedungdoro.
Saat di lokasi, mobil yang dikendarai AR pindah jalur dan menabrak warung makan. Apesnya, di warung tersebut ada seorang pria dan wanita yang sedang menikmati hidangan.
“Pengunjung warungnya meninggal dunia di lokasi mas. Bukan warga sekitar sini. Identitasnya kurang tahu,” kata Dedik salah satu saksi di lokasi.

Dedik menjelaskan, sebelum menabrak warung, mobil yang dikendarai AR menabrak sebuah mobil Honda Jazz dan sejumlah motor lainnya. Kebetulan, di dalam Honda Jazz yang sedang parkir itu ada seorang perempuan berinisial TA (22) yang menjadi korban luka di kepala akibat tabrakan yang terjadi. Sebelum petugas datang, TA dibawa lebih dulu oleh temannya ke rumah sakit terdekat.
Sementara itu, Siswono (56) salah satu korban luka karena sempat terserempet mobil yang dikendarai AR menceritakan, bahwa AR dalam kondisi teler berat. Bahkan, banyak warga menduga AR dalam kondisi di bawah pengaruh narkotika saat mengendarai mobilnya.
“Saya pas mau balik ke becak, tiba-tiba keserempet. Ini kaki saya yang luka dirawat disini aja tadi,” tutur Siswono.
Dari kejadian ini, sejumlah kendaraan rusak berat. Warung makan milik US (47) pun hancur tidak berbentuk. Beruntungnya, saat mobil menabrak warung, US sedang membuang sampah sehingga ia selamat. Du orang yang tewas langsung dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk menjalani pemeriksaan sembari polisi mencari identitas keluarga.
Beritajatim.com sudah menghubungi Kasatlantas Polrestabes Surabaya atas kejadian kecelakaan yang terjadi. Namun, hingga berita ini ditulis, Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman belum memberikan respon. (ang/ted)






